......Penurunan itu dipicu karena tingkat aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Anarkisme memicu penurunan indeks demokrasi sebanyak 4,4 poin......Jambi (ANTARA Jambi) - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) wilayah Jambi turun menjadi peringkat ke-18 se-Indonesia karena dipicu demonstrasi yang berujung anarkis.
"Penurunan itu dipicu karena tingkat aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Anarkisme memicu penurunan indeks demokrasi sebanyak 4,4 poin, " kata Deputi Bidang Politik Kemenkopolhukam RI, Mayjend Yoedhi Swastono di Jambi, Rabu.
Dia mengatakan, sejak disusun pada tahun 2009, IDI di daerah mengalami perkembangan fluktuatif, termasuk di Jambi. Pada tahun 2012 indeks demokrasi di Jambi cukup tinggi, mencapai 68,81 poin. Namun di tahun 2013 malah menurun 4,4 poin menjadi 64, 41 poin.
Selain aksi demo yang berujung anarkis, indikator lainnya kata dia disebabkan rendahnya hak-hak politik dan malah cenderung menurun.
"Kaderisasi parpol rendah. Paling hanya satu dua saja yang menjalankan kaderisasi," katanya.
Kemudian, kebebasan sipil juga cenderung menurun, lalu institusi demokrasi cenderung fluktuatif. Hal lainnya kebebasan sipil dan hak-hak politik tidak sepenuhnya dalam kendali pemerintah.
"Meski begitu, nilai IDI tersebut menunjukkan demokrasi di Jambi pada tingkat sedang," katanya.
Yoedhi juga menjelaskan, pola fluktuatif IDI dengan tendensi menurun menandakan belum matangnya perilaku dan sikap masyarakat serta pelaku politik dalam berdemokrasi.
Poin IDI di tiap daerah disusun oleh Kemenkopolhukam bekerja sama dengan BPS RI. Untuk Jambi, nilai IDI tahun 2014 masih dalam proses penyusunan dan akan segera di ekspose.
"Penyusunan IDI sudah masuk tahun ke enam. Terdiri dari coding koran, dokumen, FGD dan wawancara mendalam," katanya menjelaskan.
Dia menambahkan, fakta IDI ini merupakan gambaran kondisi ril demokrasi di Jambi. Dan dia berharap semua elemen masyarakat memperbaiki kelemahan sehingga nilai IDI tahun 2015 bisa naik. (Ant)
Pewarta: Dodi Saputra: Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.