......Untuk menekan lonjakan harga daging sapi di pasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi pun menggelar Operasi Pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional di Jambi.......Jambi (ANTARA Jambi) - Memasuki H-3 Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di Kota Jambi ternyata sudah mencapai Rp130.000/ kilogram.
Untuk menekan lonjakan harga daging sapi di pasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi pun menggelar Operasi Pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional di Jambi, Selasa.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disnakkeswan Provinsi Jambi, Abdul Haris mengatakan operasi pasar khusus menekan harga daging itu digelar di pasar Angsoduo, pasar Simpang Kawat, pasar Keluarga, pasar Simpang Pulai, pasar Kasang dan pasar Talang Banjar Kota Jambi.
"Di setiap pasar, jumlah sapi yang dipotong berbeda-beda, dan ditentukan oleh pihak panitia operasi pasar. Artinya jumlah sapi yang dipotong tergantung permintaan panitia OP. Seperti di pasar Angsoduo dipotong dua sapi, sedangkan di pasar keluarga dipotong tiga sapi, dan pasar lain juga berbeda," kata Haris menjelaskan.
Haris mengatakan bahwa pihaknya tidak menjual tulang sapi tersebut kepada masyarakat, sebab tulang diberikan kepada panitia OP itu sendiri. Dan pihak panitia lah yang kembali berhak menjualnya.
"Disnakkeswan hanya menjual daging segarnya saja, untuk tulang-belulang itu diberikan ke panitia untuk di jual sesuai harga mereka," katanya.
Pantauan di lapangan, OP yang digelar di pasar Keluarga, daging sapi yang dipotong Disnakkeswan tersebut langsung diburu pembeli, dalam waktu tiga jam daging tersebut sudah habis terjual.
"Harganya lebih murah dari penjual lain, jadi ya kami lebih memilih beli daging di sini," ujar pembeli, Yeni.
Selain murah, Yeni mengatakan banyak pilihan daging yang di jual, tergantung bagian daging mana yang kita sukai.
Sementara penjual daging tetap di pasar keluarga tersebut, Een, mengaku tidak mempermasalahkan OP yang digelar Disnakkeswan tersebut. Baginya daging yang ia jual tetap habis meski ada selisih harga.
"Kami tidak masalah harga daging di situ lebih murah dan rame, karena daging kami jugo selalu habis meski beda harga," katanya.
Dia mengatakan bahwa daging yang ia jual adalah daging kerbau, berbeda dengan daging dari dinas Peternakan yakni daging sapi.
"Kami kan jual daging kerbau, jadi keinginan masyarakat membeli daging kan berbeda-beda," ujarnya.
Bahkan, katanya, daging yang ia jual bersih tanpa adanya lemak-lemak dan bagian lainnya yang masih menempel.
"Kalau daging yang kami jual murni daging pak, tapi kalau di OP itu saya lihat masih bercampur dengan tetelan dan lemak-lemak," katanya menambahkan.
Sekedar informasi, OP yang digelar Disnakkeswan Provinsi Jambi ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai hari ini dari pukul 06.30 WIB, harga daging yang dijual yakni Rp120.000/ kg khusus hari ini. Patokan harga tersebut dikarenakan ditingkat pedagang harga daging mencapai Rp130.000/kg. Artinya setiap OP ada perbedaan harga sebesar Rp10.000 dengan harga di tingkat pedagang. (Ant)
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.