......Apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini sudah menampakkan hasil yang menggembirakan......
Sungai Penuh, 10 November  2015 Kabupaten Kerinci genap berusia 57 tahun. Berbagai upaya percepatan pembngunan telah dilaksanakan oleh   Pemerintah Kabupaten Kerinci dibawah kepemimpinan H.Adirozal dan  Zainal Abdin sebagai bupati dan wakil bupati setempat.

Pembangunan infrastruktur pertanian, perkebunan dan pariwisata mendapat perhatian serius, selain bidang lainnya. Disamping  mengandalkan kemampuan daerah, Pemkab Kerinci juga  mendapat bantuan dan dukungan dari Pemerintah Propinsi Jambi  melalui program Samisake.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan program ā€˜SAMISAKE (Satu Milyar Satu Kecamatan)’, pada dasarnya merupakan sebuah program yang ditujukan untuk mengakselerasikan percepatan pembangunan di Provinsi Jambi.

Termasuk pembangunan di bumi Sakti Alam Kerinci dalam hal ini  untuk setiap kecamatan dialokasikan dana sebesar Rp1 milyar, yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, dan  denyut perekonomian di Desa.

Program SAMISAKE ini, diarahkan dalam berbagai upaya, diantaranya untuk akselerasi pemerataan pembangunan, menciptakan keadilan ekonomi, akselerasi percepatan daya saing daerah, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. 
Program tersebut, dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan yang berorientasi pada "pro-poor, pro-growth dan pro-environment" yang sejalan dengan strategi pembangunan nasional, kata Adirozal.
 
Program Samisake yang di gulirkan oleh Pemerintah  Propinsi Jambi  memiliki dampak yang  sangat positif dalam rangka    menuntaskan  program pengentasan kemiskinan disamping  untuk  membantu peningkatan kwalitas sumber daya manusia  melalui Beasiswa yang diberikan kepada   para pelajar mulai dari Sekolah Dasar  hingga  Mahasiswa Perguruan tinggi.

Sementara itu Camat Kecamatan Danau Kerinci Firmansyah,di wilayahnya program Samisake  telah  berjalan  sesuai dengan  ketentuan yang berlaku.  

Pemerintahan Kecamatan bersama instansi tekhnis terkait (SKPD) terus  memantau dan  memberikan arahan serta pembinaan  kepada para penerima Program Samisake.

Untuk tahun ini misalnya, di Kecamatan Danau Kerinci  program Bedah Rumah, Beasiswa dan pemberian Alsintan kepada masyarakat/petani telah dilaksanakan dan sebagian  saat ini  masih dalam tahap pelaksanaan seperti bedah rumah.

Kades Koto Iman, Kerinci Amuardin  mengemukakan  bahwa   masyarakat Kota Iman Kecamatan Danau Kerinci yang sebagian besar adalah petani   merasa  terbantu  dengan adanya Program  Samisake ,sejumlah bantuan Bedah Rumah,Beasiswa dan bantuan Alsintan  dirasakan sangat besar manfaat bagi para petani dan  keluarga tidak  mampu di desanya.

"Dari dulu warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian terutama padi sawah  dengan adanya bantuan Alsintan dan  sarana produksi pertanian termasuk pupuk  sangat membantu para petani dalam  mengolah lahan," katanya.
 
Selama beberapa tahun terakhir ini, pembangunan Kerinci cukup pesat dengan  semakin bergairahnya masyarakat dalam  menyambut program Pemerintah Kabupaten Kerinci dan tingkat partisipasi  masyarakat  di desa  cenderung  meningkat, kata Amuardin.

Saat ini di Desa Koto Iman  tengah di lakukan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 0,5 Km dan secara pisik telah  mencapai 85 persen, untuk jalan usaha tani telah di bangun sepanjang 700 meter dan masih di butuhkan  tambahan jalan usaha tani sepanjang 250 meter.

Untuk program Samisake  tahun lalu Koto Iman hanya  mendapat  jatah program  bedah rumah sebanyak  1 unit  dan tahun ini  sebanyak 3 unit  dan masih dalam tahap pengerjaan , dalam melakukan bedah rumah ini partisipasi keluarga /masyarakat dilingkungan penerima bantuan  sangat baik, masyarakat ikut memberikan dukungan dan dorongan  kepada pemilik rumah yang dibedah.

Usman Kepala Desa Pendung Talang Genting  menyebutkan  pada tahun 2015  berkat  dukungan Bupati Kerinci dan pembinaan yang dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK,SKPD terkait dan pembinaan yang dilakukan oleh Camat  Danau Kerinci  Desa ini untuk pertama kali  mampu  menjadi juara I Lomba Desa Tingkat Propinsi Jambi dan peringkat 6 secara nasional.

Melalui kerjasama  dengan Para Pemangku Adat, Alim Ulama dan Tokoh tokoh masyarakat Desa ini  memiliki  spesifik tersendiri,  di desa ini   setiap wanita  mulai dari Balita hingga wanita Manula di wajibkan  menggunakan busana muslim dan  memaka Jilbab tanpa terkecuali, sementara  kaum pria  dilarang  menggunakan  celana pendek di tempat tempat umum, aturan ini sudah kita Perdes kanā€kata Usmanā€

Khusus untuk pembangunan fisik , di desa ini seluruh  masyarakat telah  menikmati sarana penerangan listrik, air bersih (PDAM),Jalan lingkungan yang cukup tertata rapi , Jalan Usaha tani yang cukup baik termasuk  berbagai pembangunan fisik lainnya.

Sementara itu, datuk Depati Tokoh Masyarakat/Mantan Depati Serahbumi Seleman, Jaafar Kadir menyebutkan apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini sudah  menampakkan hasil yang p  menggembirakan.

Pembangunan  infrastruktur jalan  termasuk jalan usaha tani  menuju sentra sentra produksi pertanian  terus dilakukan pembenahan dan peningkatan, pembenahan sentra sentra ekonomi msyarakat di pedesaan(pasar/Balai) secara bertahap  mulai di lakukan perbaikan dan pembenahan,Pembangunan sektor adat dan kebudayaan  juga  mendapat perhatian.
 


Pewarta: Budhi VJ
Editor : Azhari

COPYRIGHT © ANTARA 2026