Kabid Peternakan DP3K Kota Jambi, Said Abu Bakar di Jambi, Senin, mengatakan dengan kebutuhan daging ternak besar yang terdiri sapi dan kerbau itu setiap harinya dipotong mencapai 30-35 ekor.
"Kebutuhan daging sapi di Kota Jambi perkapita itu mencapai 1,5 kilogram dan angka itu diatas standar rata-rata angka dari prediksi pusat data dan informasi (Pusdatin) peternakan yakni 0,38 kilogram perkapita, artinya ini tergolong tinggi," katanya.
Tingkat konsumsi daging tersebut, kata dia, tidak termasuk perhitungan pada saat menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Dikatakan Said, setiap harinya di rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Jambi tersebut memotong sekitar 10-12 ekor sapi yang didistribuskan kesejumlah pasar tradisional.
"Sementara hewan yang dipotong di luar RPH jumlahnya juga banyak, sehingga jika ditotal setiap harinya ada 30-35 ekor sapi yang dipotong dan dijual di sejumlah pasar tradisonal di Kota Jambi," katanya menjelaskan.
Daging sapi yang dipasarkan disejumlah pasar tradisonal tersebut yang membeli tidak hanya dari masyarakat di Kota Jambi saja melainkan dari masyarakat luar daerah yang membeli.
Untuk itu pihaknya mengimbau bagi kalangan peternak setempat untuk rajin memeriksakan secara rutin kondisi reproduksi ternak mereka kepada petugas pada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pusat kesehatan hewan (Puskeswan) disejumlah kecamatan.
Pemeriksaan rutin tersebut harus dilakukan guna menghindari penyakit hewan ternak dan gangguan reproduksi sapi betina.
"Petugas peternakan kita juga ada yang turun ke lapangan memberikan pelayanan yang terbaik kepada peternak. Kalau masyarakat ada ternaknya yang sakit bisa juga langsung datang ke UPTD Puskeswan yang tersedia," katanya menambahkan. (Ant)
Pewarta: Gresi PlasmantoUploader : Azhari
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.