......Pansel sudah selesai tugasnya, sekarang semua wewenang gubernur......Jambi (ANTARA Jambi) - Pejabat pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jambi menyatakan bahwa hasil lelang enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup pemerintah provinsi setempat menunggu keputusan gubernur.
Kepala BKD Provinsi Jambi Fauzi Syam di Jambi, Jumat, mengatakan, tugas panitia seleksi lelang jabatan selesai ketika tiga besar calon pejabat ditiap kursi itu sudah didapat.
"Pansel sudah selesai tugasnya, sekarang semua wewenang gubernur. Begitu juga jika nanti gubernur ingin melakukan wawancara terakhir dengan calon pejabat tersebut, tidak lagi melibatkan pansel," kata Fauzi.
Enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilelang, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Dirut RSUD Raden Mattaher, Direktur SDM RSUD Raden Mataher, Asisten II Setda Provinsi Jambi serta Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Jambi.
Fauzi mengatakan, saat ini tim pansel sudah selesai melakukan tugasnya, karena ke depan tiga nama itu nantinya dipilih salah satu oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.
Namun Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, dirinya masih fokus dalam pencarian siapa satu orang dari tiga nama yang paling tepat untuk mengisi tiap-tiap jabatan itu.
Zola menyebut bahwa sudah mengirimkan nama-nama tiga besar dari masing-masing jabatan yang dilelang ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Saat ini dia masih menunggu surat balasan berisi rekomendasi dari KASN tersebut.
"Dalam kurun waktu menunggu itu, saya masih menerima masukan-masukan dari semua pihak mengenai sosok yang tepat siapa pejabat yang akan mengisi enam jabatan tersebut," katanya.
Zola menginginkan keputusan yang tepat karena posisi yang dilelang tersebut pekerjaannya tidaklah mudah. Seperti jabatan Direktur RSUD Raden Mataher dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Meskipun sudah mendesak untuk segera diisi pejabat terpilih karena enam kursi tersebut kosong, Zola mengatakan, tidak mau gegabah dalam memgambil keputusan.
Menurut dia, lebih baik berpikir dan mengambil waktu lebih lama daripada memutuskan cepat dan akhirnya menjatuhkan pilihan yang salah.
Disinggung apakah ada kemungkinan wawancara terakhir antara pejabat tersebut, Zola mengatakan hal itu mungkin saja dilakukan. Asalkan masih ada cukup waktu untuk proses wawancara akhir itu.
"Kita lihat waktunya, karena ini sudah mendesak, sudah ditunggu masyarakat kinerjanya. Apalagi kita sudah dengar banyak keluhan terkait dengan pelayanan di RSUD Raden Mataher. Tapi saya ingin mendapatkan masukan yang cukup sebelum menentukan pilihan," katanya menjelaskan.
Pewarta: Dodi Saputra: Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.