Jambi (ANTARA Jambi) - Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menerima dan menandatangani hibah dari satuan kerja (satker) Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Kementerian PUPR dalam rangka pembangunan 100.0.100.

"Yaitu 100 persen air bersihnya, O persen daerah kumuhnya, 100 persennya lagi pelayanan sanitasinya. Hari ini satu persoalan mungkin sudah selesai yaitu masalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) " kata Penjabat Bupati Sarolangun Arief Munandar di Sarolangun, Rabu.

Arief berharap dengan adanya program ini, ke depan masyarakat Kabupaten Sarolangun tidak lagi melakukan kebiasaan membuang air besar disungai.

"Kita harapkan orang tidak ada lagi buang air besar di sungai, tetapi yang ada septitank-nya. Nanti septitank secara kontinu ketika penuh disedot, dibuang dan diolah. Jadi tidak dibuang di kebun-kebun yang dapat menambah penyakit," ujarnya.

"Tetapi diolah di IPLT sehingga limbah itu bisa zero bisa sehat kembali bahkan ikan pun bisa hidup, itu harapannya. Jadi kita ini sekarang bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat," katanya lagi.

Ke depan pihak Pemkab kata Arief juga akan dibantu lagi oleh Satker PPLP dan juga Pemprov Jambi untuk membangun TPA sanitasi landfield.

"Jadi TPA tersebut tidak open damping, akan dipilah dulu, jadi pengolahan sampah itu biayanya tinggi. Disitu yang organik bisa jadi kompos pupuk, dan yang plastik bisa diolah lagi sehingga jadi bernilai lebih dan ini tidak menutup kemungkinan menjadi lapangan kerja baru," jelasnya.

Selain itu juga dapat mengurangi tumpukan sampah baru seperti yang terjadi saat ini, salah satunya di simpang KONI Sarolangun dan jalan-jalan dua jalur.

"Saat ini sampah kita mencapai enam hingga delapan mobil dalam satu hari, tapi itu masih tergolong sedikit," katanya.

Menurutnya, kalau dihitung per orang menghasilkan 1,75 liter sampah dikali jumlah penduduk, tentu sampah di TPA akan lebih banyak. Tapi saat ini jumlah sampah yang masuk ke TPA itu hanya berapa persen saja.

"Selebihnya mungkin saja dibuang ke sungai-sungai, semak-semak atau ke parit. Nah inilah yang harus dikelola secara profesional, bagaimana kita menyosialisasikan agar masyarakat tidak membuang sampah di tempat-tempat tersebut. Jadi ke depan pelayanan terhadap sampah ini bisa lebih optimal lagi," kata Arief.(Ant)


Pewarta: Warsun Arbain
Editor : Dodi Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2026