Kekhawatiran regional di Timur Tengah termasuk perang di Yaman dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran, telah mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Para analis mengatakan investor percaya bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan mengganggu produksi minyak di kawasan tersebut, sehingga mengimbangi kenaikan produksi minyak AS.
Jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS meningkat sebanyak sembilan rig menjadi total 738 rig minggu ini, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada Jumat (10/11).
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik tipis 0,02 dolar AS menjadi menetap di 56,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun 0,36 dolar AS menjadi ditutup pada 63,16 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.