Petugas menghitung pecahan dolar Amerika Serikat di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (24/5/2018). Meski rupiah sempat menyentuh hingga level Rp14.200 per dolar Amerika, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (24/5/2018) ditutup menguat 0,53 persen atau 76 poin ke level Rp14.133 per dolar Amerika. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi.
Pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Mei turun 1,4 miliar dolar AS atau 0,6 persen, menjadi 248,8 miliar dolar AS, sejalan dengan perkiraan pasar, Departemen Perdagangan mengumumkan Rabu (27/6).
Dalam laporan terpisah, departemen itu mengatakan defisit perdagangan internasional barang-barang datang pada 64,8 miliar dolar AS pada Mei, turun 2,5 miliar dolar AS dari angka April.
Sementara itu, Indeks Penjualan "Pending Home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) AS turun 0,5 persen menjadi 105,9 pada Mei dari 106,4 pada April, National Association of Realtors melaporkan Rabu (27/6).
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,64 persen menjadi 95,278 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1557 dolar AS dari 1,1647 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3129 dolar AS dari 1,3227 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7353 dolar AS dari 0,7391 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,20 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,08 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9969 franc Swiss dari 0,9912 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3311 dolar Kanada dari 1,3308 dolar Kanada.
Baca juga: Dolar AS menguat di tengah sejumlah data ekonomi
Pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Mei turun 1,4 miliar dolar AS atau 0,6 persen, menjadi 248,8 miliar dolar AS, sejalan dengan perkiraan pasar, Departemen Perdagangan mengumumkan Rabu (27/6).
Dalam laporan terpisah, departemen itu mengatakan defisit perdagangan internasional barang-barang datang pada 64,8 miliar dolar AS pada Mei, turun 2,5 miliar dolar AS dari angka April.
Sementara itu, Indeks Penjualan "Pending Home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) AS turun 0,5 persen menjadi 105,9 pada Mei dari 106,4 pada April, National Association of Realtors melaporkan Rabu (27/6).
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,64 persen menjadi 95,278 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1557 dolar AS dari 1,1647 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3129 dolar AS dari 1,3227 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7353 dolar AS dari 0,7391 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,20 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,08 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9969 franc Swiss dari 0,9912 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3311 dolar Kanada dari 1,3308 dolar Kanada.
Baca juga: Dolar AS menguat di tengah sejumlah data ekonomi
Pewarta: Apep SuhendarUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.