New York (ANTARA) - Dolar AS melonjak terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pelaku pasar melarikan diri dari aset-aset berisiko di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan Eropa untuk menahan inflasi akan melemahkan ekonomi global.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,8 persen ke level tertinggi lebih dari lima minggu di 109,02, tidak jauh dari puncak dua dekade di 109,29 yang disentuh pada pertengahan Juli.

Greenback telah menemukan dukungan dalam sesi terakhir karena beberapa pejabat Federal Reserve mengulangi sikap pengetatan moneter yang agresif menjelang simposium Jackson Hole, Wyoming, akhir pekan ini.

Yang terbaru dari pejabat ini, Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin pada Jumat (19/8/2022) mengatakan "dorongan" di antara para bankir sentral adalah menuju kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

"Risiko tidak dipertimbangkan setelah pasar mendapat pemeriksaan realitas dari pembicara Fed minggu lalu bahwa poros dovish akan segera terjadi," kata Michael Brown, kepala intelijen pasar di Caxton di London.

 

Pewarta: Apep Suhendar
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026