Hal tersebut disampaikan Hafiz dalam forum Rejuvenasi Gerakan bertajuk “Mengembalikan Khittah Perjuangan dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan pada Dunia Industri, Teknologi dan Adaptasi Dunia Kerja” yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (10/4).
Dalam sambutannya, Hafiz Fattah menilai forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali semangat juang, pemikiran progresif, serta memperkuat solidaritas di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa upaya rejuvenasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam gerakan nyata yang berdampak.
Hafiz Fattah juga menyoroti berbagai tantangan global yang kini turut dirasakan hingga ke daerah, seperti ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini, menurutnya, menuntut kesiapan generasi muda untuk lebih adaptif dan inovatif.
Selain itu diingatkan bahwa struktur keuangan daerah yang masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai penting, dengan melibatkan kontribusi aktif generasi muda dalam berbagai sektor produktif.
“Pemuda harus adaptif dan progresif. Kuasai teknologi, tingkatkan kompetensi, miliki jiwa kewirausahaan, dan tetap menjaga akhlak. Dengan begitu, kita tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi motor perubahan,” tegasnya.
Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret dari generasi muda Jambi untuk menjawab tantangan masa depan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Pewarta: Nanang MairiadiUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.