ANTARA - Indonesia saat ini masih kekurangan talenta di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM), dengan porsi yang masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dari negara-negara maju yang sudah mencapai 30 hingga 40 persen. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek Ardi Findyartini di Jakarta, Senin (22/6) menjelaskan untuk memacu pencetakan talenta STEM, pemerintah kini fokus mengembangkan program SMA Unggul Garuda. (Pradanna Putra Tampi/Soni Namura/Arsy Fitriady)