Jakarta (ANTARA) - Koperasi diarahkan untuk mengelola industri pengolahan kelapa terpadu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa, sekaligus mendongkrak kualitas produk yang dihasilkan.

Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta di Jakarta, Selasa, mengatakan selama ini industri pengolahan kelapa tidak terkelola secara terpadu, sehingga kesejahteraan petani pengolahnya tidak kunjung membaik.

"Petani kelapa selama ini hanya menjual produk buah kelapa dalam bentuk mentahan, ini sebenarnya merugikan karena sebenarnya ada banyak bagian yang dianggap limbah bisa dimanfaatkan," tuturnya.

Menurut dia petani kelapa sampai saat ini masih mengandalkan kopra sebagai sumber penghasilan utama, tapi karena rendahnya harga maka kualitas hidup mereka belum beranjak membaik.

"Oleh karena itu sangat penting untuk membantu mereka dalam mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa dalam upaya mengolah buah kelapa," ucapnya.

Padahal, kontribusi industri perkelapaan di Tanah Air tergolong besar, di mana Indonesia merupakan negara dengan lahan kelapa terbesar dunia seluas 3,88 juta ha yang memproduksi 19,5 miliar butir kelapa setara 1,2 juta ton kopra.

Angka itu sebanyak 97 persen di antaranya merupakan perkebunan rakyat serta menjadi sumber mata pencaharian 16 juta petani. (Ant)

Oleh karena itu, Wayan berpendapat pengelolaan industri kelapa melalui koperasi akan sangat menguntungkan bagi petani anggotanya dan kualitas produk kelolaan yang dihasilkan.

"Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani adalah melalui diversifikasi produk olahan kelapa selain kopra antara lain menjadi minyak goreng dan karbon aktif," ujarnya.

Hal itu penting, kata Wayan, mengingat peluang pasar untuk produk olahan kelapa semakin menjanjikan.

Wayan menambahkan pengembangan industri pengolahan kelapa terpadu oleh koperasi akan sangat menguntungkan, mengingat ada upaya peningkatan produksi di dalamnya dengan menekankan bahan baku dari anggotanya.

"Koperasi akan dapat menjaga kualitas dan kuantitas produksi serta stabilitas harga di tingkat petani," tukasnya.

Selain itu koperasi akan menghindarkan petani dari sistem ijon tengkulak, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan pendapatan koperasi dan anggota dengan memberikan nilai tambah produksi kelapa.

Melalui koperasi pula diharapkan ada peningkatan pelayanan kepada anggota/masyarakat, memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai bahan baku, dan meningkatkan produktivitas serta nilai tambah hasil olahan kelapa melalui fasilitas penyediaan sarana produksi dan permodalan.

Koperasi juga potensial untuk mendorong peningkatan daya saing dan pemasaran produk olahan kelapa dan mendukung pemenuhan kebutuhan pasokan hasil olahan kelapa sekaligus menekan impor.

"Oleh karena itu kami sangat mengarahkan koperasi untuk bisa mengelola industri perkelapaan di Indonesia," kata Wayan. (Ant)

Pewarta: Hanni Sofia

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2014