Jika ada satu maskapai penerbangan di Indonesia yang namanya itu diambil dari salah satu keluarganya, hanyalah NAM Air saja yang melakukannya.Ya,  asal usul nama NAM Air ini diambil dari nama ayahanda CEO Sriwijaya Air Chandra Lie yang bernama Lo Kui Nam. Digunakannya nama tersebut oleh sang Anak adalah sebagai bentuk dedikasi penghargaan terhadap jasa Ayahanda Chandra Lie. Lo Kui Nam membesarkan enam bersaudara Lie. Jadi Chandra Lie ingin membesarkan nama ayahnya dan menghargai pribadi yang membesarkannya,


NAM Air adalah maskapai penerbangan yang didirikan pada tahun 2013. Maskapai penerbangan ini adalah anak perusahaan dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air.  Nam Air merupakan maskapai yang murni dibentuk oleh Sriwijaya Air. Sriwijaya didirikan oleh empat bersaudara dari keluarga Lie, yakni Hendry, Chandra, Andi dan Fandi. Pendanaan untuk mendirikan Nam Air murni berasal dari Sriwijaya Air, tanpa mengajak pihak lain bekerjasama. Sejarah singkat dari Nam Air ini bisa Anda baca melalui situs Nam  Air langsung, halaman wiki dan halaman Traveloka.


Berkecimpung sebagai maskapai penerbangan kelas medium dengan mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 Winglet dengan konfigurasi 120 kursi (8 kelas bisnis dan 112 kelas ekonomi). Pada awal mulanya, NAM Air diproyeksikan sebagai Full Service Carrier dari Sriwijaya Air yang ditujukan untuk menyaingi Garuda Indonesia dan Batik Air. Dalam perkembangan selanjutnya, NAM Air akhirnya ditujukan sebagai Feeder (pengumpan) bagi Sriwijaya Air dengan rencana Sriwijaya Air akan melayani rute utama, sementara NAM Air akan melayani rute lanjutan.


Pada 26 September 2013, NAM Air resmi diperkenalkan ke publik dan direncanakan penerbangan perdananya dilakukan pada bulan Oktober 2013. Namun penerbangan perdananya tertunda dikarenakan belum mendapatkan AOC dari Kementrian Perhubungan. Hingga pada 29 November 2013, maskapai ini akhirnya mendapatkan AOC, kemudian melaksanakan penerbangan perdananya dari Jakarta menuju Pangkalpinang pada 11 Desember 2013. Penerbangan perdana ini kemudian disusul oleh Penerbangan Komersial Berjadwal Pertama pada 19 Desember 2013 dengan rute Jakarta menuju Pontianak dan Pontianak menuju Yogyakarta.


Pada tahap awal,  NAM Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 Winglet dengan melayani beberapa rute domestik.  Di masa depan NAM Air akan menggunakan pesawat Regio Prop 80 (R-80). Pesawat Regio Prop 80 merupakan pesawat buatan perusahaan lokal, PT Regio Aviasi Industri (RAI), yang dipimpin, Ilham Habibie, yang merupakan anak mantan Presiden BJ. Habibie. Penandatangan nota kesepahaman pembelian 100 buah pesawat R-80 dilakukan oleh manajemen NAM Air dan PT RAI dengan disaksikan BJ.Habibie selaku komisaris utama PT RAI bersamaan dengan Grand Launching NAM Air.


NAM Air  menggunakan Surabaya dan Jakarta akan menjadi basis penerbangan  untuk wilayah Timur dan Barat. Rute yang akan dilalui NAM Air di antaranya Jakarta-Sorong, Jakarta-Kupang, Jakarta-Pangkalpinang, Jakarta-Pontianak, Surabaya-Luwuk, Surabaya-Pangkalanbun, Surabaya-Biak, dan Surabaya-Denpasar.


Mau terbang bersama Nam Air? Untuk tiket pesawat Nam Air pilihannya tersedia dalam bentuk offline maupun online. Anda dapat langsung membeli tiketnya secara offline di agent-agent travel yang menyediakan tiket Nam air. Atau jika memilih secara online Anda dapat melakukannya dengan mengunjungi situs resmi dari Nam air dan situs booking lainnya.

 

Pewarta:

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2015