Bandung, Antara Jambi - BUMN  penghasil vaksin nasional, Bio Farma (Persero)  memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri, kata Corporate Secretary Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto melalui rilis  yang dierima Antara di Jambi , Selasa.

Dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan itu melakukan kebijakan untuk menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, dengan merelokasi sementara waktu, guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri. 

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI, telah melakukan penanggulangan segera untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas melalui tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) di tiga provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, dengan vaksin yang mengandung Difteri.

"Kami, memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yaitu  DTP-HB-Hib yakni Difteri Tetanus Pertusis – Hepatitis B – Haemophylus Influenza Type B untuk anak usia 1 – 5 tahun. Kemudian DT (Difteri Tetanus) untuk anak usia 5 – 7 tahun dan Td (Tetanus Difteri) untuk anak usia 7 – 19 tahun," kata Bambang Heriyanto.
 
Vaksin – vaksin tersebut, diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan untuk penderita difteri, Bio Farma akan menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS). 

"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin kami, karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif," kayanya.

Pada 5–7 Desember 2017, telah diselenggarakan pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan Negara – negara Islam) di Jeddah Arab saudi. Hasil pertemuan tersebut, Indonesia dinyatakan sebagai Centre of Excellence (Pusat Penelitian Bersama) untuk bidang vaksin dan Bioteknologi. 

Sebelum dinyatakan sebagai Centre of Excellence, Bio Farma sudah terlebih dahulu mengeskpor produk – produk vaksinnya termasuk vaksin yang mengandung difteri ke negara–negara Islam.

Pewarta:

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2017