General Manager Telkom Witel Jambi, Muhammad Zaidan Jauhari melalui Manager Business Government Enterprise Service, Irsyad mengatakan, pihaknya menargetkan paling lambat Agustus 2020 seluruh CCTV aplikasi asap digital untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi sudah terpasang.

Untuk aplikasi 'asap digital' Polda Jambi dan Telkom memasang 30 CCTV yang difokuskan di tiga  daerah yakni Kabupaten Tanjab Timur, Tanjab Barat, dan Muarojambi dimana sejauh ini yang sudah terpasang ada sebanyak tujuh unit. Sebanyak  enam unit diantaranya sudah bisa 'live' untuk memantau karhutla yang terkoneksi ke command center Polda Jambi, kata Irsyad, Jumat.

Sejauh ini yang sudah pasang ada tujuh cctv, lima di perusahaan, satu di Dinas Kehutanan yakni di Taman Hutan Raya (Tahura) di Kabupaten Batanghari dan satu di Telkom sedangkan enam CCTV diantaranya sudah bisa hidup atau live dan satu lagi dalam waktu  dekat  menyusul.

Pemasangan CCTV asap digital pantau karhutla itu mendapat dukungan dari pihak perusahaan dan seluruh stakeholder terkait serta  Telkom akan diminta untuk segera menyelesaikan pemasangan.  Semua perusahaan mendukung, bahkan minta cepat dipasang.

"Namun Telkom terkendala dalam beberapa hari belakangan turun hujan, sehingga kita kesulitan ke lokasinya." kata Irsyad.

Untuk lokasi pemasangan  sendiri pihaknya berpatokan pada data karhutla tahun lalu dimana CCTV dipasang di lokasi lahan yang tahun lalu mengalami kebakaran dan sementara itu, satu  di dalam kota untuk prototipe agar bisa dilihat semua  untuk memantau Karhutla.

Irsyad juga mengatakan jika seluruh CCTV yang dipasang terkoneksi ke 'command center' Polda Jambi.

Dimana perangkat  tersebut akan dipantau oleh petugas selama 24 jam dan jika ada yang terpantau bisa langsung dilaporkan kepada personel di sekitar lokasi untuk segera memadamkan api .






 

Pewarta: Nanang Mairiadi

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020