Zainal (51) pria paruh baya warga Simpang Marene, Kota Jambi mengaku telah 30 tahun menggeluti profesinya sebagai kusir delman atau sado (sebutan di Jambi) yang mangkal di kawasan wisata Taman Rimbo Pall Merah Jambi.

Bapak empat orang anak asal Sumatera Barat ini masih setia dengan profesinya sebagai kusir delman di Kota Jambi walaupun kendaraan transportasi tradisional delman kini telah jarang dijumpai.

"Saya aslinya dari Sumatera Barat, jadi kusir delman sudah sekitar 30 tahun saat masih berstatus bujangan atau sebelum bekeluarga dan memiliki empat anak," kata Zainal, Selasa saat ditemui dikawasan wisata Kebun Binatang Taman Rimbo Pall Merah Jambi.

Ia mengaku penghasilan yang diperoleh dalam sehari tidak menentu, jika hari libur sedang ramai bisa mencapai Rp300 ribu, terkadang jika sedang sepi hanya bisa dapat Rp60 ribu atau tidak dapat uang sama sekali.

"Biaya sekali jalan menggunakan jasa sado nya Rp30ribu untuk tiga hingga empat orang atau biasanya satu keluarga,  rutenya dari depan Taman Rimba ini keliling melewati Bundaran depan Bandara Sulthan Thaha lalu kembali lagi ke sini," kata Zainal.

Dia juga mengungkapkan jika lokasi tujuan yang diminta berbeda dari jalur biasanya,  tarifnya pun berbeda dan dirinya kerap mangkal dari pagi hingga sore bersama kuda miliknya bernama Putra Salju di depan Taman Rimba Jambi, atau kadang dia berkeliling hingga Talang Banjar dan Pasar Baru mencari penumpang.

Ia mengaku tidak ada pekerjaan lain, hanya delman yang dia punya, sehingga harus terus bekerja sebagai kusir delman.

Salah seorang penumpang delman Zainal, Maya mengungkapkan sekarang delman sudah langka, saya ingin mengenalkan ke mereka bahwa ada transportasi tradisional delman yang menggunakan kuda, kebetulan anak saya suka kuda, kedepannya saya berharap bapak ini bisa mempertahankan delman yang dia punya.

Pewarta: Nanang Mairiadi/Mutia Kharisma

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020