Asisten Kapolri Bidang Logistik (Aslog) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi menyebutkan program 'Asap Digital' akan dijadikan aplikasi nasional dalam menangani Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.

"Apabila aplukasi ini dianggap bisa membantu mempercepat penanganan pendeteksian dini melalui program asap digital dan bermanfaat segera dikembangkan dijajaran Polda se Indonesia yang rawan Karhutla," kata Irjen Pol Firman Shantyabudi, Rabu.

Tetapi ini perlu upaya-upaya, karena di dalamnya ada alat dan teknologi yang harus dibangun, termasuk jaringan internet yang harus kita pasang sehingga dapat terpantau melalui "Command Center" di masing-masing di Polda.

Melalui asap digital, kata Firman dapat menambah sistem pemantauan Karhutla secara dini. Dengan asap digital dapat memantau titik panas secara jelas.

"Kita bisa lihat dan pantau titik panas atau Hot Spot ini sekedar panas atas atap pabrik, atau titik api dengan aplikasi asap digital ini bisa lebih terbaca," kata Firman.

Dirinya menceritakan saat masih menjabat sebagai Kapolda Jambi dulu, pernah melaporkan program Asap Digital kepada pusat dan pusat merespon dengan baik.

"Harapannya waktu itu, semoga program ini diangkat ke tingkat nasional dan ini sudah mulai," katanya.

Saat ini, PT Telkom sudah menandatangani MoU terkait program Asap Digital. Kedepan juga melakukan menandatangani MoU bersama kementerian lainnya, termasuk juga bidangnya panglima TNI dan Kapolri dengan PT Telkom.

"Semoga ini menjadi salah satu upaya mempercepat pendeteksian adanya titik api," tegas Irjen Pol Firman Shantyabudi.

Mantan Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman juga berharap kepada para perusahaan yang ada di Jambi agar ikut berpartisipasi dalam mencegah terjadinya Karhutla di Provinsi Jambi.


 

Pewarta: Nanang Mairiadi

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2021