Badan Pusat Statistik  menyebutkan peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi   berandil pada penurunan angka kemiskinan penduduk miskin di daerah itu  pada bulan Maret 2022 dibandingkan periode sama atau Maret 2021. 

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Agus  Sudibyo, Selasa (2/8) mengatakan jumlah penduduk miskin  Jambi  279,37 ribu orang pada Maret 2022 atau mengalami penurunan  sebesarr 14,49 ribu orang terhadap Maret 2021.

Penurunan jumlah kemiskinan di Provinsi Jambi, kata Agus dipengaruhi beberapa fenomena yang terjadi diantaranya karena laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan 1 2022 sebesar 5,71 persen mengalami percepatan dibandingkan dengan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan 3 2021 yakni sebesar 2,59 persen.

"Selain itu jumlah setengah pengangguran pada Februari 2022 menurun sebesar 2,12 persen dibandingkan Agustus 2021 . Kita lihat beberapa sektor mengalami pergerakan positif seperti jasa dan pertambangan hanya saja sektor pertanian yang tumbuhnya tidak terlalu tinggi,"katanya menjelaskan.

Selain itu, penurunan kemiskinan juga seiring dengan nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2022 naik 8,74 persen dibanding NTP September 2021.  Nilai tukar tanaman perkebunan rakyat searah dengan NTP yang mengalami kenaikan.

"Mobilitas penduduk ke tempat belanja kebutuhan sehari-hari tempat perdagangan ritel dan rekreasi dan pergi ke tempat kerja meningkat,"terangnya.

Agus menerangkan, aktivitas dan perekonomian masyarakat juga meningkat didukung oleh pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 Maret 2022 pada 105.172 KPM dengan nominal Rp73,4 milyar.

Agus menerangkan,  jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi ini juga menurun jika dibandingkan dengan Maret 2021  yakni turun sebanyak 14,49 ribu orang.

"Persentase penduduk miskin pada Maret sebesar 7,62 persen, turun 0,05 persen  terhadap September 2021 dan turun 0,47 persen poin terhadap Maret 2021,"katanya menjelaskan.

Jika dilihat dari garis kemiskinan pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp545.870  per kapita per bulan  sedangkan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp134.333. Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jambi memiliki 4,75  orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.592.883, per rumah tangga miskin per bulan.

Pada Maret 2022, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi  sumbangan terbesar di perdesaan yakni sebesar 20,41 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 15,00 persen.

"Sehingga memang pemerintah sangat menjaga stabilitas harga beras karena kalau harga beras naik terlalu tinggi maka sangat besar pengaruhnya pada garis kemiskinan,"terangnya.

Sumbangan lainnya berasal dari  rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar di perkotaan yaitu sebesar 15,77 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 15,66 persen. Komoditi lainnya adalah daging ayam ras sebesar 5,49 persen di perkotaan dan 4,42 persen di perdesaan, cabe merah sebesar 4,07 persen di perkotaan dan 4,50 persen di perdesaan sebesar, telur ayam ras  sebesar 3,87 persen di perkotaan dan 3,64 persen di perdesaan.  

Selanjutnya, komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, pakaian jadi perempuan dewasa, dan pakaian jadi laki-laki dewasa.

Pewarta: Tuyani

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2022