Bupati Kerinci dan Wakil Wali kota Sungai Penuh bersama jajaran kepolisian dan unsur TNI sambut aksi masa damai yang dilakukan seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan BEM se Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
“Adik-adik, apabila ada permasalahan yang melibatkan kepolisian di wilayah Kerinci, sampaikan langsung kepada saya. Kawal kami, tegur dan dukung agar lebih baik, khususnya Polres Kerinci," kata Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana, dihalaman Polres Kerinci, Selasa.
Dihadapan peserta unjuk rasa, Kapolres Kerinci menginginkan kepolisian lebih dicintai oleh masyarakat. Ia berjanji akan menindak tegas oknum anggota jika terbukti menyalahi aturan.
Aksi unjuk rasa yang tergabung dalam organisasi HMI, PMII, KAHMI, Forum Mahasiswa KIP dan organisasi lainnya, dimulai dari lapangan merdeka Kota Sungai Penuh, kemudian menuju halaman Polres Kerinci sebagai lokasi awal penyampaian aspirasi.
Di situ, perwakilan peserta unjuk rasa menyampaikan tiga tuntutan. Mereka meminta kepolisian mengusut tuntas dan mengadili aparat yang di duga melindas almarhum Affan Kurniawan (pengemudi ojek daring).
Meminta pembebasan massa demonstrasi yang masih di tahan pihak kepolisian tanpa syarat serta menghentikan segala bentuk kekerasan dan intervensi aparat kepolisian terhadap masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, aksi damai tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh empat koordinator lapangan aksi, Kapolres Kerinci, Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, serta Sekda Kota Sungai Penuh.
Setelah menyampaikan orasi dihalaman Polres Kerinci, masa melanjutkan aksinya di gedung DPRD Kota Sungai Penuh.
Hingga pukul 16.30 WIB unjuk rasa mahasiswa yang mengusung tema 'Restorasi Kapolri ' berjalan tertib dan lancar. Kegiatan tersebut di kawal langsung dari personel Polres kerinci dan Kodim 0417 Kerinci.
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2025