Gubernur Jambi Al Haris memastikan layanan tarik tunai (ATM) Bank Jambi sudah pulih dengan catatan nasabah harus melakukan pergantian kartu dan nomor kode rahasia (PIN) di kantor layanan terdekat untuk aktivasi penggunaan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jambi selaku otoritas tertinggi pemegang saham pengendali di Kota Jambi, Senin.

"Situasinya sudah boleh ATM digunakan, cuma masalahnya hari ini harus ada yang diganti baru. Sementara cadangan kartu ATM baru hanya 9.000 keping yang tersedia di Bank Jambi," kata Al Haris.

Ia menjelaskan dari 240 ribu nasabah Bank Jambi, 100 ribu nasabah wajib melakukan pergantian kartu ATM. Sementara itu ketersediaan untuk saat ini hanya 9.000 kartu.

Menurut Al Haris, karena ketersediaan kartu yang sangat terbatas itu, manajemen bank belum mengumumkan pulihnya layanan tarik tunai ATM.

"Nah, maka karena stok kita kecil, kalau nanti diumumkan kasihan warga ramai-ramai ke Bank Jambi lagi," ujar dia.

Sembari menunggu proses pemesanan kartu berjalan, gubernur meminta kepada nasabah Bank Jambi bersabar. Ia memastikan kartu tersebut nantinya akan didistribusikan ke semua cabang untuk masyarakat yang ingin melakukan pergantian kartu ATM baru.

"Jadi mohon bersabar, Bank Jambi sedang memesan stok cadangan ATM baru, kalau sudah datang stoknya kita sebarkan kesemua cabang untuk mengganti ATM baru," ujar dia.

Untuk diketahui, persoalan pembobolan dana nasabah di Bank Jambi terjadi pada 22 Februari 2026 lalu.

Akibat peristiwa peretasan itu, sebanyak Rp143 miliar dana nasabah hilang. Saat ini Dirkrimsus Polda Jambi tengah menangani persoalan yang menimpa Bank Jambi.

Pewarta: Agus Suprayitno

Editor : Siri Antoni


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026