Warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tanam pohon pisang di sepanjang sekitar satu kilometer jalan rusak di wilayah mereka sebagai bentuk protes karena lambat upaya perbaikan.

Jalan tersebut tampak dipenuhi lubang besar yang memanjang di hampir seluruh badan jalan. Pantauan di lapangan, Senin, sejumlah pohon pisang ditanam di titik-titik jalan yang berlubang. Beberapa di antaranya ditempeli tulisan berisi keluhan warga. 

Saat hujan turun, lubang-lubang itu tergenang air sehingga menyulitkan pengendara yang melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan.

Salah seorang pengendara motor, Muhammad yang melintasi jalan itu, mengatakan harus lebih berhati-hati saat berkendara.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Harus pelan-pelan,” katanya.

Sementara Kepala Desa Talang Belido Fadli, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia mengatakan jalan yang ditanami pohon pisang berada di RT.05 dan merupakan jalan kabupaten.

Menurut dia, warga telah lama menunggu perbaikan jalan, namun hingga kini belum terealisasi.

Aksi penanaman pohon pisang itu, kata dia, merupakan inisiatif warga sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

“Betul, itu bentuk protes warga. Jalan itu kewenangan Kabupaten,” tutupnya.

Pewarta: Amrizal Fadli

Editor : Siri Antoni


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026