.....Saya sendiri tak pernah tahu, apakah program CSR di Batanghari sudah ada yang pernah dijalankan atau ditawarkan perusahaan kepada masyarakat, karena tidak pernah terbuka," kata Dailami.....

Jambi (ANTARA Jambi) - Anggota DPRD Kabupaten Batanghari, Jambi, Dailami mengatakan,  saat ini cukup banyak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Batanghari, namun sebagian besar tidak memiliki program tanggung jawab sosial atau kepedulian terhadap lingkungan (CSR).

Sejak dulu hingga sekarang beberapa perusahaan tidak pernah terbuka dengan program CSR tersebut, padahal program ini merupakan kepentingan bagi masyarakat yang dekat dengan kawasan perusahaan, katanya di Jambi, Rabu.

"Saya sangat menyayangkan, ada perusahaan yang beroperasi di Batanghari tapi tidak memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan atau masyarakat sekitar perusahaan beroperasi," ujarnya.

Ia juga menilai perusahaan tidak terbuka dengan Pemerintah Kabupaten Batanghari, termasuk dalam meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam membangun daerah.

"Saya sendiri tak pernah tahu, apakah program CSR di Batanghari sudah ada yang pernah dijalankan atau ditawarkan perusahaan kepada masyarakat, karena tidak pernah terbuka," kata Dailami.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sengkati Kecil Kecamatan Mersam, Suhabli, yang menyatakan di desanya terdapat sebuah perusahaan minyak kelapa sawit, yaitu PT DMP.

Namun, selama beroperasi di desa setempat tidak memiliki atau melaksanakan program CSR.

"Kami di sini juga mempertanyakan, program tersebut tidak pernah dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat desa setempat. Kami sangat menyayangkan," katanya.

Ia juga mengungkapkan program CSR ini tidak pernah ditawarkan kepada dirinya sebagai kepala desa. Ia menduga belum ada kesadaran perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya.

Menurut dia, sejak tahun 2008 hingga sekarang, pengembangan kualitas SDM dan masalah sosial masyarakat di Desa Sengkati Kecil, dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Seperti pembangunan sarana dan prasarana kepentingan masyarakat.

"Dulu kami pernah mengajukan proposal pembangunan masjid, tapi hanya dapat bantuan Rp150 ribu saja, bantuan itu sama besar dengan biaya untuk membuat dan mengantar proposal ke perusahaan itu," ujarnya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Batanghari, Saihu melalui Kepala Bidang Pertambangan Umum, Fahmi, mengatakan, sementara ini Kepala Dinas belum diizinkan untuk mengekspos program CSR di Kabupaten Batanghari, sebab program ini baru berupa wacana dan baru dievaluasi oleh Pemkab Batanghari.

"Dari Pemkab nanti akan disenergikan dengan beberapa program dinas, seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, supaya tidak berbenturan dengan program yang mendapatkan program CSR," ujarnya.

Sementara itu, dalam data program kerja yang dikerjakan melalui program CSR dalam bidang pertambangan batu bara di Batanghari ada tiga perusahaan, yakni PT Bangun Energy Indonesia, PT Nangriang dan PT Bubuhan Multi Sejahtera.

"Program CSR tiga perusahaan ini sudah kita ajukan ke bagian hukum Setda Batanghari, setelah itu dikembalikan lagi ke Dinas ESDM untuk perbaikan. Yang jelas program CSR ketiga perusahaan ini baru kita evaluasi," tambahnya.(Ant)




: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026