.....Saya menilai lesson study memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dari proses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, peserta didik dan masyarakat," ujarnya.....

Jambi (ANTARA Jambi) - Rektor Universitas Pembangunan Indonesia (UPI) Bandung, Sunaryo Kartadinata menyatakan "lesson study" adalah model pembinaan dan pelatihan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Tujuannaya guna memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajar melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, katanya di Jambi, Senin (22/7).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya usai penantanganan kerja sama antara Pemprov Jambi dengan UPI dalam upaya penguatan profesi guru.

Ia mengatakan, kompetensi ini meliputi kemampuan pedagogik, mengelola pembelajaran, kopetensi kepribadian, kopetensi profesional, kemampuan penguasaan pembelajaran serta kompetensi sosial kemampuan komunikasi secara efektif.

Diharapkan, melalui program ini para guru dituntut menajamkan materi pembelajaran, mengembangkan sistem hubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan memberi nilai tambah terhadap rekan seprofesi dan peserta didik, katanya.

"Saya menilai lesson study memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dari proses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, peserta didik dan masyarakat," ujarnya.

Lesson study adalah sebuah program strategi pembelajaran yang 10 tahun lalu telah dikembangkan UPI melalui berbagai riset, penelitian dan praktek lapangan.

Program ini hingga kini semakin memperoleh kepercayaan, penguatan dan makin memperoleh tingkat keberterimaan, khususnya di masyarakat kependidikan. Untuk itu, UPI mengangkat lesson study sebagai program unggulan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan.

Proses pendidikan bermutu, menurutnya tidak semata-mata dilihat dari hasil dalam bentuk prestasi akademik yang bagus. Prestasi ini harus dipertahankan dengan juga mengedepankan proses pembelajaran yang bermutu.

Dengan demikian sebuah proses pendidikan tidak terbentuk dari perilaku-perilaku instan tetapi dari perilaku yang betul-betul dilandasi sebuah motivasi, kegiatan dan kinerja yang bermutu juga. Ini sangat relevan dengan model pendidikan berbasis karakter yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional.

"Kita ingin menempatkan karakter ini sebagai tujuan primer pendidikan. Karena karakter pendidikan berkaitan dengan nilai-nilai luhur kehidupan, kekuatan kinerja, motivasi, kejujuran, semangat dan daya juang yang tinggi. Mari kita tempatkan karakter ini sebagai tujuan utama pendidikan sebagai kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.(Ant)



Pewarta: Nurul Fahmy
: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026