......Untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Jambi, kita telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat baik bantuan peralatan maupun makanan siap saji......Jambi (ANTARA Jambi) - Pemerintah Provinsi Jambi meminta bantuan pemerintah pusat untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di daerah itu.
"Untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Jambi, kita telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat baik bantuan peralatan maupun makanan siap saji," kata Penjabat Gubernur Jambi Irman yang dihubungi dari Jambi, Jumat.
Bantuan pemerintah pusat yang dibutuhkan Jambi kata Irman diantaranya, 12 unit perahu karet, 500 pac family kid, 500 pac makanan siap saji dan dua set peralatan komunikasi dari BNPB. Selain itu bantuan lain yakni normalisasi sungai dan pembangunan turap dari Kementerian PU Pera.
Di samping itu, katanya, untuk kesiapsiagaan Pemprov Jambi dalam mengantisipasi jika terjadinya banjir, tanah longsor dan puting beliung, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah-langkah.
Yakni menginstruksikan kepada bupati/walikota di wilayahnya, aktivasi Pusdalops penanggulangan bencana menjadi pos komando siaga darurat bencana banjir-longsor dan pendirian posko induk serta posko lapangan baik di provinsi, kabupaten dan kecamatan.
Selain itu lanjutnya, sosialisasi dan imbauan kepada warga di daerah rawan banjir dan longsor juga digalakan. Kemudian penentuan jalur evakuasi dan pengungsian warga terdampak banjir. Selanjutnya penyediaaan dan penyiapan logistik seperti sembako, obat-obatan, peralatan, sarana prasarana dan sebagainya.
Bahkan pihaknya juga menyiapkan untuk penerbitan SK siaga darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung yang dikeluarkan gubernur, bupati dan walikota, jika itu memang sudah dalam kondisi besar.
"Kami juga harus siap dalam langkah operasi PPE atau pencarian penyelamatan dan evakuasi yang dilaksanakan tim habungan dari SAR, TRC, TNI dan Pol Air, jika sudah dibutuhkan," kata Irman menjelaskan.
Dia juga mengatakan ada beberapa permasalahan yang harus segera diantisipasi sedini mungkin. Yakni adanya tanah longsor dari tebing di pinggir jalan di ruas jalan Bangko Kabupaten Merangin ke Kabupaten Kerinci. Yang jika longsor maka tanah longsoran tersebut menumpuk di atas jalan umum.
"Itu waktu saya ke Kerinci, tebing tersebut masih rentan, di mana ketika longsoran tanah belum diambil maka akses jalan dari Bangko ke Kerinci terancam lumpuh, ini harus cepat diatasi," katanya.
Sementara untuk kekuatan personil Jambi dalam menghadapi bencana itu yakni dari Basarnas 26 orang, TNI (Den Bekang) 12 orang, Polri (Shabara Polda) 150 orang (2 SSK), TRC BPBD kabupaten/kota 255 orang, TRC BPBP Provinsi Jambi 25 orang, Dinas Kesehatan 7 orang, Tagana 185 orang, Senkom Mitra Polri 25 orang, Hipgabi 6 orang, BMKG 10 orang dan Satpol PP 30 orang.
"Kalau kekuatan sarana dan prasarana kita saat ini ada 1 unit mobil dumlap, 1 unit mobil truk serbaguna, 1 unit tangki air, 1 unit amphibi, 12 unit perahu karet, 1 unit kapal mercuri, 11 unit mobil rescue, 25 unit tenda pengungsi, 1 unit mobil toilet, 1 unit mobil comob dan 2 unit perahu dolphin," kata Irman.
"Kalau bisa jangan terjadi banjir dan longsor, kalaupun terjadi penangannannya harus lebih dini atau lebih awal dan kita akan segera menindaklanjuti dan akan didukung oleh TNI dan Polri serta semua pihak terkait," katanya. (Ant)
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.