Dihubungi dari Jambi, Senin, Haris mengatakan sudah memaparkan kesiapan daerahnya untuk menerima program PLT berbasis Bioenergi ke Direktur Kementerian ESDM, Ir Sujoko.
"Kabupaten Merangin jauh-jauh hari telah menyiapkan lokasi pembangunan PLT Bioenergi tersebut," katanya.
Haris menjelaskan, untuk memudahkan bahan bakunya, lokasi yang disiapkan Pemkab Merangin yakni berdekatan dengan salah satu pabrik kelapa sawit di Kecamatan Pemenang Barat dan peletakan batu pertama sudah dilakukan.
Selain lokasi, Haris menyebutkan bahwa Pemkab Merangin telah menyiapkan proses perizinannya, sehingga ketika PLT Bioenergi selesai dibangun langsung bisa beroperasi.
Dijelaskannya, PLT Bioenergi jenis biogas yang akan dibangun di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pamenang Barat itu, berkekuatan satu megawatt (MW) dan mampu mengaliri energi listrik ke 1.000 rumah warga.
Pembangunan PLT Biogas ini kata Haris merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi limbah pertanian sawit, sekaligus menjadi solusi bagi daerah-daerah yang sampai saat ini belum bisa mendapatkan akses listrik PLN dan tidak memungkinkan untuk ditarik jaringan listrik.
Haris mengatakan, untuk Sumatera hanya Merangin yang menerima program Bioenergi itu. Sementara tiga daerah penerima lainnya semuanya berada di Pulau Kalimantan.
"Pemkab Merangin sangat berterima kasih atas dikucurkannya program pasokan listrik bertenaga bioenergi tersebut oleh Kementerian ESDM," katanya menambahkan. (ant)
Pewarta: Dodi Saputra: Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.