Jambi (ANTARA) - Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani meyakini gerakan Jumat bersih mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal akan kebersihan.

"Kita akan bersama-sama melaksanakan apa yang kita gagas, intinya bagaimana memicu semangat seluruh masyarakat Provinsi Jambi, bagaimana menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan," kata Abdullah Sani di Jambi, Jumat.

Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk di dalamnya keterlibatan TNI, Polri dan satuan dari Pemerintah Kota Jambi (Pol PP dan Damkar). Gerakan itu diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi berterima kasih kepada jajaran TNI, Polri yang sudah mendukung program kebersihan dan kegiatan Jumat Bersih kali ini dilakukan pada salah satunya titik di Pasar Talang Banjar.

"Karena ini memang saya sering diberikan masukan oleh masyarakat, bahwa sebagai pasar terpanjang di dunia, yang sebetulnya para pedagang di pinggir jalan ini secara aturan Perda tidak boleh karena berjualan di bahu jalan dan di drainase. Oleh karena itu, habis Idul Adha nanti kita akan memindahkan mereka,” kata Abdullah Sani.

Sementara itu Wali Kota Maulana mengatakan sebanyak 450 kios untuk pedagang yang sudah disiapkan di Pasar Angso Duo dan untuk enam bulan tidak perlu membayar atau gratis sehingga para pedagang di pasar Talang Banjar ini tidak berjualan lagi di pinggir jalan provinsi tersebut.

“Lapaknya kami tanggung supaya mereka pindah dulu, kemudian setelah itu di tengahnya kami dari Dinas Perhubungan Kota akan memasang media jalan, kiri kanannya kita akan bangun pedestrian, saya sudah bicara ke Pak Wagub dan Pak Gubernur juga karena jalan ini adalah jalan provinsi," kata Maulana.

Kawasan Pasar Talang Banjar akan menjadi pusat ekonomi baru untuk kawasan Jambi Selatan, Jambi Timur, yang menyenangkan bagi anak-anak muda dengan syarat bersama-sama menjaga kebersihan.

"Hari ini alhamdulillah sudah memulai, para pedagang saya mohon untuk mendaftarkan diri segera, sudah kita data semua, dan mudah-mudahan mereka semua kooperatif. Kita siapkan tempat lapak mereka yang bersih, nyaman, enam bulan gratis. Harapannya setelah enam bulan punya pelanggan baru bayar, kalau sekarang gratis,” ucapnya.

Walikota dalam kesempatan itu meminta dukungan dari pihak TNI/POLRI saat proses penataan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan banyak terjadi gesekan saat proses tersebut.

"Kami mohon bantuan juga masyarakat, karena kalau tidak kita pindahkan tidak akan selesai urusan pasar di sepanjang jalan dan bahu jalan serta drainase," cakap Walikota.*



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026