Jambi (ANTARA) - Tim Gabungan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berjibaku melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menebar sebanyak 13 ton garam di awan guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan menjelang musim kemarau di Provinsi Jambi.

"Operasi ini melibatkan sejumlah pihak mulai dari BMKG, BNPB, PT Wira Karya Sakti  (WKS) hingga PT Songo Aviasi Indonesia," kata Super Visi BMKG Faisal Sunarto, di Jambi Selasa.

Dia mengatakan hingga Selasa (8/7), tim telah menebarkan sedikitnya 13 ton garam ke awan-awan yang terpantau berpotensi menurunkan hujan. Rencananya operasi akan berlangsung sampai 10 Juli mendatang, namun jadwal ini sifatnya dinamis, bisa berubah tergantung hasil evaluasi.

Saat ini untuk kondisi di Provinsi Jambi pada hari ini terpantau cukup kondusif dan tidak terpantau adanya hotspot di wilayah Jambi.

 

Upaya modifikasi cuaca juga mendapat dukungan dari pihak swasta PT WKS menjadi satu-satunya perusahaan di Jambi yang sejauh ini terlibat langsung dalam operasi OMC dengan menyiapkan 10 ton garam untuk penyemaian awan.

“PT WKS akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca bersama BMKG selama 10 hari. Kami berharap perusahaan lain juga bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan ini,” kata Faisal.

Langkah modifikasi cuaca dinilai krusial mengingat musim kemarau yang diperkirakan akan semakin kering dalam beberapa waktu mendatang. Satgas berharap hujan buatan bisa meminimalisir risiko kebakaran lahan dan hutan di wilayah Jambi.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas Karhutla tebar 13 ton garam menjelang kemarau di Jambi

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026