Jambi (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviantion Fuel Terminal Sultan Thaha Jambi bersama BKKBN menggelar seminar parenting di Tempat Penitipan Anak (TPA) untuk membangun pondasi peran orang tua dalam mengasuh dan melihat tumbuh kembang anak.
Anak merupakan investasi besar sebuah bangsa, mendorong Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha Jambi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menggelar seminar parenting di Tempat Penitipan Anak (TPA) Kids House Assalim, Kota Jambi.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, Kamis, mengatakan acara ini dihadiri Manager AFT Sultan Thaha Jambi Muhammad Rasyad Barokah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno serta diikuti 40 orang tua dan pengasuh yang antusias untuk belajar membangun fondasi emas bagi anak melalui pengasuhan yang tepat.
Seminar parenting ini merupakan bagian dari Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) hasil inisiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan BKKBN yang mengangkat tema “Membangun Fondasi Emas: Peran Orang Tua dan Guru dalam Menghadapi Tahapan Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini”.
"Tujuannya untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menghadapi fase tumbuh kembang anak usia dini," kata Rusminto.
Sementara itu, Ketua Yayasan TPA Kids House Assalim, Kaka Niati Gustia berharap agar ke depannya orang tua memahami kebutuhan anak berdasarkan tahap perkembangannya dimana dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membawa energi positif, antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang datang.
"Dengan kerja sama yang baik antara orang tua, pengasuh, dan guru, kami berharap dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas," katanya.
Seminar itu juga menghadirkan narasumber psikolog klinis, Dian Syafitrah, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya stimulasi kognitif dan emosional, pengenalan nilai-nilai karakter sejak dini, hingga pola komunikasi positif antara pengasuh, guru, anak, dan orang tua.
Beberapa peserta bahkan membagikan pengalaman pribadi mengenai tantangan dalam mendidik anak di era digital, yang kemudian ditanggapi hangat dengan solusi yang aplikatif.
Salah satu peserta, Wulan Febriani mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari seminar ini dan selama ini sering merasa bingung dan lelah menghadapi tingkah laku anak-anak, setelah mendengar penjelasan narasumber, saya jadi paham bahwa lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang dapat membuat tumbuh kembang anak menjadi optimal.
Rusminto menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menguatkan fondasi perkembangan kepribadian dan nilai-nilai strategis anak sebagai masa depan bangsa.
"Pertamina tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bagi negeri, melainkan ikut mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan dan dukungan terhadap Program Taman Asuh Sayang Anak menjadi bentuk kontribusi sosial yang memberikan efek jangka panjang bagi kemajuan bangsa," jelasnya.
Kemudian, dukungan terhadap 'Program Tamasya' dilakukan untuk memperkuat ekosistem pengasuhan yang positif serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 terkait Pendidikan Berkualitas.
Upaya ini mendorong keluarga agar optimal menjadi lingkungan belajar pertama bagi anak, sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang setara dalam pendidikan dan pengasuhan berkualitas sejak awal kehidupannya.
