Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi terus mengintensifkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026, serta memastikan penyelesaian dokumen utama jamaah calon haji (JCH) tepat waktu.
“Kelengkapan administrasi menjadi aspek paling penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kini percepatan penyelesaian sedang dilakukan dan terus berlangsung, terutama terkait pengurusan visa,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab di Jambi, Kamis.
Ia menjelaskan, permohonan visa bagi JCH saat ini memasuki tahap penarikan dokumen, pengunduhan data serta pencetakan.
Setelah proses pencetakan visa selesai, maka nantinya akan digabungkan dengan paspor masing-masing calon haji sebagai kelengkapan administrasi perjalanan ibadah haji.
Penggabungan tersebut, tujuannya supaya memudahkan petugas dalam memantau jumlah visa yang telah diterbitkan maupun yang masih berada dalam proses pengurusan.
Sebab, visa merupakan dokumen yang sangat krusial karena tanpa dokumen tersebut calon haji tidak dapat berangkat ke Tanah Suci.
Dokumen ini akan terintegrasi dengan kartu Nusuk yang berfungsi sebagai identitas, sekaligus akses bagi jamaah untuk memasuki kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Visa menjadi dokumen utama yang harus dipastikan selesai tepat waktu karena menjadi syarat bagi calon haji untuk dapat memasuki wilayah Arab Saudi,” ujarnya.
Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi menggelar rapat internal untuk upaya mempercepat tahapan tersebut, guna membagi tugas teknis agar seluruh tahapan dapat berjalan lebih efektif serta terkoordinasi dengan baik.
"Kami juga berharap para calon haji telah memiliki pemahaman yang memadai mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, karena seluruh rangkaian bimbingan manasik haji bagi calon jamaah asal Jambi telah selesai dilaksanakan sebelum memasuki bulan Ramadhan," kata dia.
