Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi segera menerapkan sistem parkir berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Wali Kota Jambi Maulana di Jambi, Selasa, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan parkir yang selama ini dinilai belum optimal, termasuk dalam penerapan sistem pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Petugas parkir cenderung lebih memilih pembayaran secara tunai atau langsung karena dinilai lebih praktis," katanya.

Pihaknya saat ini menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan sistem parkir berbasis teknologi, seperti pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan AI guna memantau aktivitas parkir secara waktu nyata (real time).

Menurut dia, pengelolaan parkir di tepi jalan memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena lebih sulit dikontrol, dibandingkan parkir di kawasan tertutup yang lebih mudah dipantau jumlah kendaraan masuk dan keluar.

Maulana mengatakan, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada petugas parkir agar mampu mengoperasikan perangkat digital yang digunakan dalam sistem tersebut.

"Kami mendorong pemanfaatan teknologi sebagai solusi untuk meningkatkan pendapatan, karena kontribusi sektor parkir terhadap pendapatan daerah masih sekitar 10 persen dari potensi yang ada," kata Maulana.

Pemerintah kota setempat juga akan menguji coba sistem parkir digital secara bertahap di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Banjuran Budayo.

"Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, baik petugas parkir maupun masyarakat, agar transformasi digital dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi Amran mengatakan sebanyak 398 juru parkir saat ini telah terdata menggunakan transaksi QRIS yang tersebar sejumlah lokasi di kota tersebut.

 



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026