......Keputusan suku bunga ini tetap konsisten dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.....
Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi (UNJA) memperkuat penerapan Outcome-Based Education (OBE) melalui Technical Assistance Evaluasi Penyusunan Instrumen dan Rubrik Penilaian dalam Mengukur Ketercapaian CapaianPembelajaran Lulusan (CPL) di Lingkungan Universitas Jambi Tahun 2026, di Gedung Unifac Lantai 2, Kampus UNJA Mendalo.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, MP, Kepala LPMPP UNJA, Prof. Retno Kurniati, SH, M.Hum. , narasumber dari Telkom University Dr. Tien Fabrianti Kusumasari, ST, MT
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh LPMPP UNJA ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan standarisasi OBE, khususnya dalam penyusunan instrumen serta rubrik penilaian untuk mengukur ketercapaian CPL.
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNJA, Prof.Dr.Ir. Depison, MP, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bersama LPMPP sebagai bagian dari penguatan proses penjaminan mutu pembelajaran di lingkungan universitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan proses pengukuran pencapaian pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPMPP UNJA, Prof. Retno Kurniati, SH, M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya telah disampaikan di tingkat universitas.
Oleh karena itu, salah satu fokus utama kegiatan adalah memastikan adanya keselarasan antara proses pembelajaran, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan mekanisme pengukuran pencapaian pembelajaran.
“Kegiatan ini mengkonfirmasi apa yang sudah disampaikan Bapak dan Ibu di tingkat universitas, khususnya dalam mengukur tingkat pembelajaran. Agar nanti RPS dan cara mengukurnya sinkron dengan siklus yang ada,” jelasnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh Dr. Tien Fabrianti Kusumasari, ST, MT dari Telkom University. Ia menekankan bahwa penerapan OBE bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur akademik.
“Semuanya terlibat dalam implementasi OBE. Menurut saya, sebagai informan, yang paling sulit adalah menyosialisasikan standar dengan berbagai pola pikir dari berbagai generasi. Harus dilakukan berulang kali, tidak cukup sekali,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, LPMPP memiliki peran sebagai koordinator dalam proses penjaminan mutu implementasi OBE. Proses tersebut perlu dilakukan melalui siklus yang telah ditetapkan, termasuk memastikan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dapat diukur secara tepat.
Melalui kegiatan bantuan teknis ini, UNJA mendorong keselarasan pemahaman antarunit dalam penerapan OBE, mulai dari penyusunan RPS, instrumen penilaian, rubrik, hingga pengukuran CPL. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem penjaminan mutu pembelajaran dan memastikan pencapaian lulusan dapat diukur secara tujuan dan berkelanjutan.
Pewarta: Nanang MairiadiUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.