Semarang (ANTARA Jambi) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengapresiasi usulan bahwa calon tenaga kesehatan yang akan menempuh pendidikan di politeknik kesehatan diperketat dengan syarat tidak boleh merokok.

"Ada usulan daerah, bagaimana kalau untuk calon tenaga kesehatan yang ingin sekolah atau menempuh pendidikan di politeknik kesehatan diketatkan persyaratannya soal merokok," katanya di Semarang, Rabu.

Nafsiah mengapresiasi usulan itu, seraya memberikan argumentasi bagaimana bisa seseorang menjadi tenaga kesehatan yang baik kalau yang bersangkutan tidak memedulikan dan menjaga kesehatan dirinya sendiri.

"Bagaimana pula seseorang bisa menjadi tenaga kesehatan yang seharusnya sebagai 'role model' (panutan) bagi masyarakat kalau yang bersangkutan merokok, tidak bisa mengendalikan diri dari rokok," katanya.

Meski baru sebatas usulan, ia berjanji akan mempertimbangkan usulan yang diakuinya sangat baik tersebut, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan dari rokok terhadap kesehatan masyarakat secara luas.

Semua orang sudah mengetahui dari survei kesehatan bahwa rokok sebenarnya racun karena mengandung berbagai racun, termasuk 60 macam zat karsinogen yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Betapa banyaknya orang-orang yang terpaksa menderita karena rokok, seperti terkena penyakit stroke, jantung, dan berbagai jenis kanker. Semua penyakit itu tentunya membutuhkan penyembuhan yang mahal," katanya.

"Itulah perlunya kawasan tanpa rokok untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif rokok, seperti seluruh sarana kesehatan, tempat ibadah, dan tempat bermain anak-anak harus bebas dari asap rokok," kata Nafsiah lagi.(Ant)

Pewarta:

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2013