Jambi (ANTARA Jambi) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi telah mendirikan posko evakuasi di enam titik sebagai langkah antisipasi dampak banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kota Jambi.

Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jambi Dalmanto ketika ditemui di Jambi, Selasa, menjelaskan, tindakan yang sudah diambil pemerintah pertama adalah mendirikan posko evakuasi korban banjir yang disebar di enam titik.

Posko pusat evakuasi itu didirikan di kawasan Taman Tanggo Rajo depan rumah dinas gubernur Jambi yang lokasinya bertepatan dengan badan Sungai Batanghari.

Lima posko lainnya didirikan di Buluran, tepatnya di belakang RSU Raden Mattaher Jambi, posko Sungai Putri, Legok dua titik di Pematang Sulur dan Penyengat rendah.

"Posko diperuntukan bagi korban banjir. Warga terpaksa diungsikan guna menghindari ancaman keselamatan dan kesehatan," katanya.

Upaya evakuasi harus dilakukan mengingat air Sungai Batanghari masih terus meluap. Sebagian rumah warga di pinggiran sungai seperti di kawasan Jelutung, Danau Sipin, Kasang, dan daerah lainnya sudah terendam. 

Untuk melakukan upaya evakuasi, pihaknya mempersiapkan personil sebanyak 120 orang. Mereka bekerja siang malam untuk menolong korban dan disebar ke beberapa titik rawan bencana.

Warga yang menjadi korban banjir diarahkan untuk tinggal di posko-posko yang telah didirikan. Bagi yang belum mendapatkan bantuan evakuasi dan pelayanan kesehatan dihimbau agar mendatangi posko terdekat.

Di posko disediakan kebutuhan minimal warga seperti dapur umum, air bersih dan pelayanan kesehatan.

"Bagi yang belum mendapatkan bantuan evakuasi dan pelayanan kesehatan, hubungi kami. Kami siap membantu. Di sini tersedia kebutuhan minimal warga," katanya.

Dalmanto juga menjelaskan, Posko Buluran sudah menampung sebanyak 190 kepala keluarga (KK). Posko Sungai Putri 120 KK, Pematang Sulur 20 KK, Penyengat Rendah 160 KK. Sementara Legok sebanyak 160 KK yang terbagi di dua titik.

Ia mengimbau agar warga tidak pulang ke rumah untuk beberapa hari ke depan, karena ancaman banjir masih bisa datang sebab cuaca ekstrim masih menyelimuti Jambi.(Ant)

Pewarta: Gatot Priadi

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2013