Jambi (ANTARA Jambi) - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jambi mengkhawatirkan masih berlangsungnya perburuan terhadap satwa langka belibis liar hutan rawa Taman Nasional Berbak di Tanjung Jabung Timur.

"Perburuan itu dilakukan oleh kelompok orang tak bertanggung jawab, bahkan sekarang sudah kian mengkhawatirkan dan mengancam keberadaan satwa unik langka aset pariwisata hutan rawa Taman Nasional (TN) Berbak tersebut," kata Ketua HPI Jambi, Guntur di Jambi, Rabu.

Ia mengatakan, perburuan tersebut dilakukan oleh kelompok masyarakat tak bertanggung jawab dari desa-desa sekitar dan bahkan ada kelompok pemburu yang sengaja datang dari Kota Jambi.

Para pemburu memasang jaring di pelintasan terbang belibis-belibis liar yang sering menjadi objek artistik alam oleh para wisatawan, fotografer, dan pecinta burung, sehingga burung belibis yang hidup dan selalu terbang berkelomok itu dapat tersangkut dan tergulung jaring dalam waktu bersamaan.

"Ratusan ekor belibis tertangkap hidup-hidup oleh para pemburu setiap harinya, kemudian mereka jual ke pembeli di kota dengan harga yang relatif murah karena dijual rata-rata Rp20 ribu perekornya," kata Guntur.

Perburuan liar tersebut harus dihentikan oleh pihak pengelola TN Berbak dan juga Pemkab Tanjung Jabung Timur serta Pemprov Jambi, termasuk kepolisian, sebab tindakan nyata-nyata telah melanggar undang-undang dan merusak ekosistem.

Perburuan itu dapat memusnahkan satwa dan menghabisi daya tarik utama pariwisata TN Berbak bagi para wisatawan mancanegara yang selama ini sengaja datang ke sana sekedar untuk mengincar momentum atraksi alam melalui fotografi.

Apalagi tren parwisata sekarang ini adalah wisata minat khusus, agrotourisme dan greentourisme seperti yang menjadi ciri khas kepariwisataan Jambi yang masih tradisional dan asri.

"Para wisatawan sangat tau, TN Berbak adalah hutan rawa yang menjadi tempat singgahnya burung-burung imigran dari utara ke selatan atau sebaliknya setiap kali pergantian musim salju ke musim panas yang terjadi di kedua belahan benua tersebut, karena itu TN Berbak sering menjadi target utama para fotografer dan pecinta burung," kata Guntur.

Kalau kondisi ini tidak ditanggulangi oleh pihak-pihak berkompeten maka dikkhawatirkan TN berbak akan kehilangan magnit atau daya tariknya, belibis rawa Berbak akan punah, populasi buaya sunyolong bahkan harimau sumatera akan terganggu karena pasokan pakan alamiahnya telah berkurang, tambahnya.(Ant)

Pewarta: Yupnical

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2014