Jambi, Antarajambi.com - Kepala Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Rahmat mengatakan bahwa dana desa semakin memanjakan pembangunan di desa khususnya infrastruktur.

Selama dirinya menjadi kepala desa sudah banyak pembangunan yang dilakukan, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat hingga kabupaten membuat progres pembangunan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, katanya, di desa yang ia pimpin, jalan setapak antar RT sudah hampir semua dibangun. Diprediksi beberapa tahun ke depan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan sudah terpenuhi.

"Jika jalan sudah dibangun maka kita tinggal menganggarkan pemeliharannya saja," kata Rahmat ditemui Antara, Kamis (16/3).

Dijelaskannya, tahun 2016 melalui dana desa sudah dibangun 1.000 meter jalan setapak termasuk akses jalan menuju pemakaman di desa tersebut. 

Kemudian pembangunan gedung Badan Permusyawaratan Desa (BPD), gedung madrasah, pembangunan drainase sepanjang 400 meter dan pembangunan tujuh unit sumur bor serta pembangunan toilet Madrasah Aliyah.

Rahmat mengatakan pada tahun 2017 nanti, juga akan dibangun sekolah madrasah, PAUD dan TK termasuk Posyandu.

Kemudian ada pembangunan jalan setapak di tiga lokasi dan pembangunan sumur bor di lima titik serta rehab kantor desa.

Rahmat menjelaskan, anggaran dana desa terus meningkat tiap tahun dan sangat membantu pembangunan desa. 

Dikatakannya, dari jumlah dana desa pertahun, atau masih kisaran dibawah Rp1 miliar, 70 persennya wajib digunakan untuk pemberdayaan, keagamaan dan infrasturktur.

Dia mengatakan bahwa pembangunan yang ada di desa harus melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang kemudian disetujui BPD dan masyarakat.

"Intinya kita fokus pembangunan, kita terus membangun desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baik dibidang pendidikan maupun perekonomian. Itu yang kita lakukan," katanya. 

Rahmat juga mengatakan bahwa di wilayahnya sudah ada BUMDesa yang penyertaan modalnya berasal dari dana desa. Dimana tahun 2016 sudah dikucurkan sebesar Rp35 juta.

Dia mengatakan pemerintah desa tidak ikut campur segala usaha yang dikembangkan BUMDesa, sebab badan usaha itu terpisah dari pemerintahan desa. Artinya desa hanya sebatas penyertaan modal.

"Tahun 2016 lalu melalui dana desa dialokasikan Rp35 juta dan ketahui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat. Tahun ini memang tidak dialokasikan karena kita ingin melihat dulu progres BUMDesa ini, tapi alhamdulillah mulai berkembang dan di 2018 kita gelontorkan lagi," kata Rahmat.(Ant)

Pewarta: Dodi Saputra

Editor : Dodi Saputra


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2017