Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Biro Kesejahteraan Masyarakat Provinsi, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, dan mitra terkait lain untuk meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi, khususnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

"Jadi kita harus meningkatkan MKJP minimal 24 persen, sebab sekarang masih didominasi dengan kontrasepsi suntik dan pil, ke depan kita arahkan ke MKJP," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Mukhtar Bakti di Jambi, Selasa.

Ia mengatakan bahwa peran Tim Penjaga Mutu yang mencakup aparat BKKBN dan instansi mitra sangat penting dalam upaya memperbaiki pelayanan kontrasepsi dan meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi.

"Jadi kalau ada masyarakat yang ingin ber-KB, harus kita layani dengan baik, jangan sampai mereka ingin ber-KB tetapi pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan baik,"katanya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan kontrasepsi. 

"Masih banyak masyarakat yang ingin ber-KB tetapi pemerintah tidak bisa memberikan jaminan untuk mereka dilayani dengan baik," kata Mukhtar.

Pertemuan dengan Tim Penjaga Mutu diharapkan bisa meningkatkan sinergi antara instansi terkait pelayanan kontrasepsi untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan KB di wilayah Jambi.
 

Pewarta: Dodi Saputra

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020