Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat dalam setahun terakhir secara absolut pengangguran bertambah sekitar 15,56 ribu orang akan tetapi kenaikan pengangguran lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sehingga angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik.

Tingkat Pengangguran Terbuka adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja dimana TPT pada Februari 2019 sebesar 3,62 persen naik menjadi 4,41 persen pada Februari 2020, kata Kepala BPS Jambi, Wahyudin, melalui keterangan resminya yang diterima Jumat.

Hal ini berarti dari 1.000 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 44 orang penganggur. Dilihat dari tempat tinggalnya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan. Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 5,87 persen sedangkan TPT di perdesaan hanya 3,71 persen.

Dibandingkan setahun yang lalu kondisi tingkat pengangguran di perkotaan naik sebesar 2,02 persen poin sedangkan di perdesaan naik sebesar 0,19 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2020, TPT untuk lulusan Universitas paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 8,51 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan universitas.

TPT tertinggi berikutnya terdapat pada tamatan SMA Umum sebesar 7,17 persen dimana mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,26 persen.

Kondisi setahun yang lalu, jenjang pendidikan yang mengalami peningkatan angka TPT yaitu jenjang Universitas, SMA Umum, SMK dan SMP sedangkan jenjang pendidikan SD dan Diploma mengalami penurunan.

Sementara itu BPS juga mencatat jumlah angkatan kerja di Jambi bertambah sebesar 34,9 ribu orang atau menjadi 1,82 ribu orang pada Februari 2020 dibanding Februari 2019 yang tercatat hanya 1,78 ribu orang.

Penduduk Provinsi Jambi yang bekerja sebanyak 1,74 juta orang, jika dilihat dari lapangan pekerjaan utama, lapangan usaha yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja terjadi di Industri pengolahan (0,19 persen poin), penyediaan akomodasi (0,49 persen poin), pertanian (0,07 persen poin) dan perdagangan (0,03 persen poin) dibanding Februari 2019.*

Pewarta: Nanang Mairiadi

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020