Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan petugas tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan mineral gambut di Desa Penerokan, Kabupaten Batanghari, Jambi, Jumat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa upaya pemadaman dilakukan sejak peristiwa kebakaran lahan tersebut yang terjadi pada Kamis (12/3).
“Luas area terdampak mencapai kurang lebih 5 hektare. Tim di lapangan telah berhasil memadamkan sekitar 3 hektare,” kata dia.
Menurut dia, petugas tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Batanghari dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera itu hingga kini masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan pada area yang terbakar untuk memastikan titik api tidak meluas.
BNPB juga terus memantau perkembangan penanganan kebakaran lahan tersebut bersama pihak terkait di daerah. Hal ini sebagaimana komitmen Kepala BNPB Suharyanto dalam apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan sedikitnya 1.000 personel gabungan di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/3).
Apel gelar pasukan dan alutsista darat dan udara itu dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Djamari Chaniago dan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Jambi merupakan salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebagaimana Inpres Nomor 1/2020, juga ada Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kabupaten Batanghari, Jambi, memiliki wilayah seluas sekitar 580.483 hektare yang sebagian berupa dataran rendah dan rawa, sehingga banyak kawasan yang memiliki karakter tanah gambut.
Data BPBD Batanghari mencatat lahan gambut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Muara Bulian, Pemayung, Muara Tembesi, Mersam, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, dan Batin XXIV.
Keberadaan gambut di wilayah ini umumnya tergolong gambut dangkal, namun tetap menjadi perhatian, karena rawan terbakar saat musim kemarau.
Berdasarkan catatan yang dihimpun ANTARA pada 2023, sekitar 111,14 hektare lahan terbakar di Batanghari, terbesar dibanding kabupaten lain di Jambi. Luas lahan terbakar meningkat pada tahun 2024, dengan total kebakaran di Batanghari dilaporkan mencapai sekitar 253 hektare dengan puluhan titik api di berbagai kecamatan, termasuk Bajubang.
Keberadaan kawasan konsesi perkebunan dan hutan tanaman industri di sekitar wilayah ini kerap disebut sebagai salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan kebakaran, terutama jika lahan gambut mengalami pengeringan akibat kanal atau pembukaan lahan.
Editor : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026