Jambi (ANTARA) - Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Provinsi Jambi bersama lintas sektoral menggelar sosialisasi kolaborasi antisipasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi agar tidak terjadi pada tahun ini.
"Kami dari PT Wirakarya Sakti (WKS) sebagai perusahaan HTI bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jamb gelar sosialisasi kolaborasi antisipasi karhutla bersama," kata Fire Operation Management Head PT WKS Destian Nori di Jambi Kamis.
Kegiatan sosialisasi dengan tema “Manajemen Pengurangan Risiko Bencana di Tingkat Kecamatan” yang dilakukan di Aula Kantor Camat Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan itu dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diperlukan keterlibatan dari seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan, aparat, akademisi, maupun masyarakat sebagai bentuk langkah preventif menghadapi musim kemarau 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kebutuhan bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak yang disebabkan dari bencana karhutla.
Selain jadi ruang kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini juga sebagai wadah koordinasi dan penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan serta penanganan dini potensi bencana setingkat kecamatan.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumberi dari BPBD Provinsi Jambi, Akademisi UNJA, Camat Taman Rajo, Kapolsek Taman Rajo, serta Koramil 415-05 dengan warga dari 10 Desa turut hadir untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terkait titik-titik atau daerah rawan akan bencana karhutla di wilayah tempat tinggal mereka.
Warga yang hadir dalam sosialisasi itu diantaranya dari Desa Rukam, Desa Sekumbung, Desa Manis Mato, Desa Dusun Kebun, Desa Kemingking Dalam, Desa Kemingking Luar, Desa Kunangan, Desa Talang Duku, Desa Tebat Patah, dan Desa Teluk Jambu semuanya dari Kabupaten Muaro Jambi.
Materi yang disampaikan merupakan langkah-langkah strategis paling penting dalam penanganan karhutla, mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.
Para peserta juga mendapatkan pemahaman terkait pentingnya pemantauan tinggi muka air lahan gambut, pengawasan wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang, serta urgensi dari optimalisasi infrastruktur pencegahan dimulai dari canal blocking, embung air, fungsi menara pantau dan pengecekan sumur bor.
FPRB juga mendorong pihak pemangku kepentingan untuk menetapkan status siaga, merencanakan Apel Siaga Darurat Karhutla, membentuk posko Karhutla Terpadu, serta mengajukankan operasi modifikasi cuaca kepada pemerintah pusat.
Sementara itu Camat Kecamatan Taman Rajo, Rizky menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosialisasi ini dan berharap masyarakat hadir untuk menjaga hutan bersama-sama.
“Kami mengapresiasi inisiatif dari Tim FPRB dan PT WKS atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan diskusi terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana (karhutla) di Kecamatan Taman Rajo," katanya.
Semoga seluruh peserta yang hadir diharapkan saling menjaga agar tidak terjadi karhutla serta segera melaporkan apabila ada potensi kebakaran di wilayah Desa masing-masing.
Kegiatan ini diakhiri dengan adanya pembuatan komitmen bersama yang ditandatangani oleh seluruh kepala desa yang hadir, untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla guna mewujudkan wilayah Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi bebas dari asap dan api serta dampak yang dapat ditimbulkan.
FPRB bersama PT WKS berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dan mendukung langkah-langkah preventif bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat demi mencapai target “Zero Fire” dan menciptakan Jambi Bebas Asap.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026