Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar apel siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengantisipasi musim kemarau 2026.

Apel siaga tersebut di laksanakan arena eks MTQ Kabupaten Batang Hari, yang diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, para camat hingga unsur terkait lainnya.

Bupati Kabupaten Batang Hari yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Batang Hari, Asri Yonalsyah, Kamis, mengatakan pemerintah daerah telah memperkuat Satgas Karhutla Batang Hari dengan menyiapkan sebanyak 300 personel gabungan.

"Apel siaga ini merupakan bentuk memperkuat personel satgas karhutla,"katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan Kabupaten Batang Hari saat ini mulai memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena Godzilla El Nino sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebakaran hutan bukan hanya menimbulkan kerugian material, namun juga berdampak terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem.

Kebakaran hutan tersebut bukan hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga mengganggu warisan ekosistem. Ia juga mengapresiasi seluruh personel dan pihak terkait yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di Kabupaten Batang Hari.

Untuk itu pihaknya berharap upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal dan efektif selama musim kemarau berlangsung.

"Semoga kita bisa menanggulangi karhutla dengan baik dan efektif," ujarnya. 

Sementara itu, ia juga mengingatkan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Batang Hari agar dalam menjalankan aktivitas usaha tidak merusak lingkungan maupun memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Kegiatan usaha tentunya tidak boleh mengganggu ekosistem dan menimbulkan bencana kebakaran hutan,"tutupnya.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026