Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada setiap Jumat, guna mengurangi beban pengeluaran dari sisi  penggunaan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Memang sudah mulai sebetulnya. Kami setiap Jumat diusahakan tidak ada yang berkantor. Mengisi kegiatan ada senam bersama dan acara keagamaan," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu.

Ia menjelaskan penerapan WFH telah mulai dilakukan secara bertahap bersama jajaran pimpinan.

Aktivitas perkantoran pada hari Jumat, dikurangi dan dialihkan pada kegiatan yang dinilai lebih bermanfaat di luar kantor.

Kebijakan WFH tersebut, menurut Al Haris, berdampak pada penghematan penggunaan sumber daya di perkantoran, seperti membuat hemat konsumsi listrik, air dan BBM.

Langkah itu tidak hanya ditujukan untuk memberikan manfaat hari kerja, tetapi sebagai upaya penghematan beban operasional perkantoran.

Ia berharap, pemberlakuan kebijakan tersebut tidak mengganggu terhadap kinerja pegawai secara keseluruhan.

"Selama WFH, berencana membuat agenda olah raga bersama dan aktivitas keagamaan rutin untuk meningkatkan kesehatan fisik dan memperkuat nilai spiritual ASN," katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan efisiensi energi yang mulai berlaku pada 1 April 2026 sebagai bagian dari strategi penyesuaian menghadapi dinamika global, sekaligus penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa langkah pemerintah ini dilakukan dalam kondisi ekonomi nasional yang stabil dengan stok bahan bakar minyak (BBM) yang aman serta kondisi fiskal negara tetap terjaga.

Pewarta: Agus Suprayitno

Editor : Siri Antoni


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026