Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang Hari masih akan mengkaji penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah setempat.
Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Kamis, mengatakan bahwa kebijakan WFH ini dinilai berpotensi menjadi salah satu langkah efisiensi, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.
"Kebijakan WFH ini harus dipelajari agar tujuan tercapai. Kita tidak bisa serta merta melakukan WFH tanpa kajian mendalam, karena kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya terbiasa dengan sistem kerja di rumah," katanya.
Bupati Fadhil Arief juga menekankan tujuan utama WFH tersebut untuk efisiensi, khususnya dalam penggunaan bahan bakar. Namun, perlu diwaspadai bahwa kebijakan ini bisa menjadi tidak efektif jika tidak diatur dengan tepat.
"Jangan sampai niat WFH untuk efisiensi malah tidak tercapai, kalau pegawai justru lebih banyak berkeliaran, penggunaan bahan bakar tidak berkurang bahkan bisa bertambah,"ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkab Batang Hari akan mengamati terlebih dahulu bagaimana agar kebijakan WFH ini benar-benar efektif, tidak mengganggu pelayanan, dan tetap sesuai regulasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan WFH telah diterapkan di beberapa negara sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan produktivitas kerja.
Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada implementasi yang tepat dan kesadaran masyarakat. Di Indonesia, kebijakan WFH telah diterapkan di beberapa instansi pemerintah, namun hasilnya masih perlu dievaluasi.
Beberapa instansi melaporkan peningkatan produktivitas kerja, namun ada juga yang melaporkan kesulitan dalam mengatur kerja sama tim.
Dengan demikian, Pemkab Batang Hari perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum menerapkan kebijakan WFH. Pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama, dan kebijakan WFH harus diimplementasikan dengan hati-hati untuk mencapai tujuan efisiensi dan efektivitas.
Sementara itu, Pemkab Batang Hari juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kesiapan infrastruktur teknologi, kemampuan ASN dalam bekerja secara mandiri, dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik.
Dengan melakukan kajian yang cermat dan mempertimbangkan berbagai faktor, Bupati berharap dapat menerapkan kebijakan WFH yang efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026