Harga pupuk di Kabupaten Batang Hari, Jambi mengalami kenaikan cukup signifikan dalam dua bulan terakhir.
Karyawan Toko Pertanian Bina Usaha Gina di Muara Bulian, Kamis, mengatakan kenaikan harga pupuk sebenarnya sudah mulai terjadi sejak sekitar dua bulan lalu, bahkan sebelum isu penguatan dolar ramai diperbincangkan.
Di Toko Pertanian Bina Usaha, Kecamatan Muara Bulian, harga pupuk NPK Mutiara ukuran 50 kilogram naik dari Rp700 ribu menjadi Rp830 ribu per karung. Pupuk urea juga naik dari Rp400 ribu menjadi Rp600 ribu, sementara pupuk KCL dari Rp380 ribu menjadi Rp480 ribu.
“Sejak harga plastik naik, pupuk juga alami kenaikan sekirat dua bulan terakhir,"katanya
Kondisi ini mulai dikeluhkan pedagang hingga petani sawit karena dinilai memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
"Kenaikan harga terjadi pada sejumlah jenis pupuk yang banyak digunakan petani, terutama untuk tanaman sawit,"ujarnya
Menurutnya, kenaikan harga kali ini tergolong cukup tinggi dibanding biasanya. Jika sebelumnya harga hanya naik bertahap dalam jumlah kecil, kini lonjakan mencapai puluhan ribu rupiah sekaligus.
“Memang ini sudah ganti harga, bukan naik biasa lagi,” katanya.
Akibat tingginya harga, daya beli masyarakat ikut menurun dan juga banyak petani mulai mengurangi jumlah pembelian pupuk sehingga penjualan di toko ikut penurunan drastis.
Jika sebelumnya penjualan pupuk bisa mencapai 10 karung per hari, kini hanya sekitar dua karung per hari setelah harga naik.
“Untuk para pembeli banyak yang mengeluh juga terkait harga pupuk ini naik," tutupnya.
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026