Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris mendorong pembinaan berkelanjutan Pencak Silat Militer (PSM) setelah pengurus tingkat provinsi, cabang dan ranting di wilayah itu dikukuhkan.

"Karena sudah ada kelembagaan dan resmi menjadi anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tentu kami akan kita memfasilitasinya (PSM-red) dengan berbagai kejuaraan seperti Piala Pangdam, Piala Gubernur, atau kejuaraan lainnya," ujar Al Haris di Halaman Korem 042/Garuda Putih di Kota Jambi, Rabu.

Menurut Al Haris, kehadiran PSM di bawah naungan IPSI mulai April 2026 menjadi kekuatan baru dalam pembinaan olahraga pencak silat khususnya di Provinsi Jambi.

Selain memperkuat aspek kedisiplinan dan mental, dia berharap ke depan para prajurit mampu tampil sebagai atlet berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Oleh karena itu, Al Haris menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan atlet secara terstruktur.

"Pemerintah daerah mendukung PSM bagian dari upaya peningkatan prestasi olahraga sekaligus penguatan karakter generasi bangsa," tutur dia.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XX/ Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyampaikan bahwa pencak silat PSM bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya bangsa yang sarat nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, kehormatan, dan pengendalian diri.

Menurut Pangdam, pencak silat militer merupakan kemampuan bela diri wajib bagi prajurit karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental disiplin dan naluri tempur.

Dengan terbentuknya kepengurusan PSM di wilayah Jambi, diyakini mampu menambah jumlah atlet pencak silat serta mendukung peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Jambi.

“PSM tidak hanya memperkuat kemampuan prajurit, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bangsa yang telah mengakar di tengah masyarakat,” tutur Arief.

Ketua Umum PSM Andri Amijaya Kusumah menjelaskan bahwa PSM lahir atas gagasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai wujud kecintaan TNI Angkatan Darat terhadap pencak silat serta komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat agar semakin mendunia.

"Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Provinsi Jambi, IPSI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membina atlet serta melestarikan pencak silat sebagai identitas budaya bangsa," kata Andri.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026