.....Dalam Ugadi dengan luas satu hektare sawah dapat menghasilkan 150 kg udang galah.....
Jakarta (ANTARA Jambi) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menggalakkan Program Udang Galah dan Padi (Ugadi) dalam mengoptimalkan fungsi lahan sawah irigasi.
"Program Ugadi ini merupakan budidaya udang galah dan padi yang dilakukan secara terpadu dalam meningkatkan produktifitas lahan sawah," kata Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Subiakto dalam acara panen raya udang galah di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (21/4).
Dalam melaksanakan program Ugadi, dibutuhkan tanaman padi yang tahan terhadap air. Terkait hal itu, BBPBAT menggunakan salah satu varietas padi hasil pengembangan Kementerian Pertanian, yakni Inparit 13.
Keunggulan jenis padi ini adalah ketika masa panen tiba padi dapat tahan terhadap rendaman air. Sebagai salah satu program baru KKP, dibutuhkan sosialisasi dan penyebarluasan kepada masyarakat secara luas, sambung Slamet.
Program Ugadi dengan memanfatkan lahan sawah akan meningkatkan produktivitas lahan serta dapat menghasilkan padi sebanyak 800 kg dalam satu hektare (ha) dan tidak memakai pestisida karena hama di tanaman dimakan udang galah sehingga saling menguntungkan.
Selain itu, dengan luas sawah satu Ha dapat menghasilkan 150 kg udang galah.
Slamet menyatakan apresiasinya atas keberhasilan BBPBAT Sukabumi, karena telah berhasil mengembangkan program Ugadi yang bernilai ekonomi tinggi khususnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Keunggulan program ugandi, yaitu tanpa harus memperluas lahan sawah sehingga budidaya udang galah dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Keunggulan lainnya, jarak rentang waktu panen antara udang dan padi berdekatan yakni, 90 hari untuk udang dan panen padi 100 hari.
Dengan rentang waktu yang berdekatan itu dapat meningkatkan penghasilan petani sebanyak dua kali lipat.
Sebagai ilustrasi, jika program Ugadi diaplikasikan dengan modal sebesar Rp2 juta, dengan cakupan lahan seluas satu Ha dan benih udang sebanyak lima ribu ekor serta benih padi sebanyak 6 kg, diperkirakan keuntungan yang didapat petani sekitar Rp2,9 juta.
Program unggulan Dirjen Perikanan Budidaya ini dirasa sangat tepat untuk diaplikasikan bagi para petani, dikarenakan udang galah merupakan komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
Slamet mengungkapkan proyek percontohan sementara difokuskan di daerah Cisaat, Sukabumi, Subang, Sukaraja. Difokuskan di Jawa Barat.
Saat ini untuk udang galah, pasokan pasar dalam negeri masih kurang, permintaan di Jakarta sebanyak dua ton/hari dan secara nasional komoditi udang galah sebanyak 10-20 ton.
KKP menargetkan produksi udang tahun ini sekitar 450 ribu ton, sementara capaian tahun lalus sebesar 372 ribu ton.
(T.W001)
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026