Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Merangin, Jambi tengah mengupayakan pengiriman alat berat untuk membuka akses ke satu desa yang masih terisolasi akibat tanah longsor Kamis (8/5) lalu.
Jalan menuju Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi masih tertutup tanah membuat pemukiman tersebut masih terisolasi.
"Lagi kita upayakan pengiriman alat menuju lokasi," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Risdiansyah saat dikonfirmasi di Merangin, Sabtu.
Sementara itu, Camat Jangkat Sholihin menyebutkan satu-satunya cara untuk membuka tutupan longsoran tanah, hanya bisa dilakukan dengan alat berat.
Mengingat volume material tanah yang menutupi badan jalan cukup besar, sehingga alat berat menjadi solusi mengurai tumpukan tanah.
Ia memastikan alat berat milik pemerintah daerah bisa menembus lokasi longsor, dengan dipandu oleh masyarakat yang memahami medan untuk membersihkan tumpukan tanah di tiga titik longsor.
"Alat berat dari kabupaten bisa ke sana, nanti setelah tiba di ibu kota kecamatan, alatnya bisa diguyur masuk (area longsor). Jarak ke dalam sekitar 8 Km, harus ada alat berat masuk," jelasnya.
Menurut Sholihin, percepatan penanganan longsor dan perbaikan satu jembatan yang hanyut akibat luapan air sangat dibutuhkan masyarakat di sana. Utamanya untuk menjaga perekonomian warga yang bergantung dari hasil pertanian padi sawah, kayu manis dan kopi.
Dirinya khawatir, jika penanganan berlarut harga kebutuhan pokok bagi 90 kepala keluarga di Koto Rawang bisa melambung, akibat kelangkaan barang karena pasokan dari luar ikut tersendat. Mengingat, jarak dari ibu kota kecamatan menuju desa itu, jauhnya mencapai 12 Km.
"Ada kurang lebih 250 jiwa penduduk di sana, sama sekali tidak bisa lewat, tanahnya berlumpur, sepeda motor kalau mau lewat harus dipikul. Ini berat, mudah-mudahan bisa segera dibersihkan," tambah dia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin Ahmad Khoiruddin Agung Saputro menyampaikan hingga saat ini pemerintah terus berupaya melakukan upaya penanganan melalui koordinasi dengan lintas perangkat daerah (OPD).
"Masih saya koordinasikan ke Kadis PU terkait pengiriman alat berat, karena medannya sangat berat. Apakah sudah digunakan alat yang ada di sana atau di kirim alat dari Bangko," tulis Agung.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026