.....Sekolah perlu membuat aturan yang ketat agar kasus kekerasan di sekolah tidak terulang kembali," kata Sugiri.
Jakarta (ANTARA Jambi) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mendorong pelaksanaan pengkajian terkait dengan penyebab terjadinya kekerasan di kalangan remaja.
"Kami akan memprovokasi dilakukannya pengkajian mengenai maraknya kekerasan di kalangan remaja oleh lembaga penelitian, universitas, dan pihak terkait lainnya," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief di sela acara berbuka bersama jurnalis di Jakarta, Rabu.
Sugiri menyebutkan sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan remaja, salah satunya yang tengah mencuat adalah kasus kekerasan pada masa orientasi di sekolah atau "bullying".
"Tujuan masa orientasi adalah mengenalkan sekolah kepada para siswa baru. Namun, kegiatan tersebut kemudian menimbulkan dampak negatif," katanya.
Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya bullying di sekolah, di antaranya melampiaskan dendam lama sebagai bagian dari tradisi turun-temurun masa orientasi.
"Atau bisa juga karena remaja pada masa sekarang ini banyak menonton tayangan yang mengandung unsur kekerasan sehingga mempengaruhi pembentukan karakter," katanya.
Bila sudah ditemukan penyebabnya melalui hasil pengkajian, solusi terbaik yang tepat sasaran bisa segera diaplikasikan.
Selain itu, sekolah juga perlu membuat aturan yang ketat agar kasus kekerasan di sekolah tidak terulang kembali.
Guru harus ikut serta mengawasi termasuk ikut mencari penyebab dan pemicu terjadinya kekerasan di kalangan remaja, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Sugiri menegaskan BKKBN siap melakukan pengkajian jika tidak ada pihak terkait lainnya yang melakukan.(Ant)
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026