Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menyambut wacana Bulog menghidupkan kembali program tunjangan beras bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri di tengah tingginya stok pangan nasional di gudang penyimpanan.
"Sepanjang itu baik untuk ASN kita, saya kira tidak masalah, kita harap ke depan beras lokal ini kita akan gunakan untuk kebutuhan (lokal)," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Selasa.
Menurut dia, kualitas beras lokal Jambi telah mampu bersaing dan layak untuk dikonsumsi oleh para abdi negara.
Di tambah potensi serapan beras lokal saat ini sangat besar jika dikaitkan dengan jumlah populasi di Jambi. Ia menargetkan, persentase penggunaan beras dari Bulog yang bersumber dari petani lokal dapat mendominasi kebutuhan daerah.
Wacana itu diharapkan tidak hanya menjadi sekadar skema tunjangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Provinsi Jambi.
Meskipun hasil panen di Jambi baru mampu memenuhi 71 persen populasi masyarakat, namun dirinya tetap menyambut rencana tersebut untuk memotivasi petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
"Artinya kita berharap beras lokal Jambi yang sudah banyak dibeli oleh Bulog, kembali (untuk masyarakat) ke Jambi lagi," tambahnya.
Pimpinan Bulog wilayah Jambi Wiwin Indratno menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyerapan sesuai dengan penugasan yang diberikan untuk menjaga pasokan, stabilitas stok nasional sekaligus mempercepat distribusi hasil serapan petani.
Langkah yang telah dilakukan seperti mengintensifkan koordinasi dengan pihak TNI, dinas pertanian, penyuluh dan brigade pangan untuk memastikan harga beli Gabah Kering Panen di nilai Rp6.500/kg sesuai Instruksi Presiden (Inpres).
Hingga 7 Mei 2026, stok cadangan beras di Jambi 11.507 ton, jumlah itu mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jambi hingga lima bulan ke depan.
"Kita tegak lurus mendukung seluruh kebijakan yang diputuskan oleh pusat, siap intinya," kata Wiwin.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026