.....Walaupun jumlah titik panas berkurang, cuaca di Kota Jambi masih diselimuti kabut asap.....
Jambi (ANTARA Jambi) - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi berdasarkan pemantauan satelit NOAA 18 yang diterima Dinas Kehutanan Jambi jumlahnya berkurang dari 30 titik pada 12 Agustus menjadi 29 titik pada 13 Agustus.
Ketua Pokja Kehutanan Jambi Ir Irmansyah Rachman di Jambi, Selasa mengatakan, walaupun jumlah titik panas berkurang, cuaca di Kota Jambi masih diselimuti kabut asap.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Jambi dan sekitarnya dalam sepekan ini sempat mengganggu penerbangan pesawat dari dan ke daerah ini, namun dalam tiga hari terakhir sudah mulai membaik dan penerbangan pun sudah normal kembali.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jambi, Kurnianingsih, di tempat terpisah mengatakan, kini kondisi kabut asap di daerah ini sudah membaik.
Jarak pandang pada pagi hari berkisar 2.000 meter dan itu lebih baik dibandingkan dengan sehari sebelumnya pada pukul 06.00 WIB jarak pandang berkisar 1.500 meter.
Pekan lalu titik terendah jarak pandang sempat mengalami penurunan cukup drastis dan membahayakan penerbangan, karena pada pagi hari hanya kisaran 500-800 meter.
Akibatnya dua kali penerbangan maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air sempat tidak bisa mendarat dan harus dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.
Titik panas di Jambi umumnya berada di kawasan perkebunan sawit, hutan lindung dan hutan masyarakat.(Ant)
: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.