.....Dari autopsi dan identifikasi yang dilakukan, pelaku mengambil tengkorak Endah," kata Kapolsek.....
Cilacap, Jateng (ANTARA Jambi) - Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, menyelidiki kasus pencurian mayat di pemakaman umum yang telah terjadi dua kali dalam satu pekan terakhir.

"Kami masih menyedikinya dan mengusut tuntas kasus ini. Kami belum bisa memastikan motif di balik pencurian mayat tersebut," kata Kapolres Cilacap AKBP Andry Triaspoetra didampingi Kepala Kepolisian Sektor Cilacap Utara AKP Gatot Sumbono, di Cilacap, Kamis.

 Ia mengatakan hal itu kepada wartawan di sela olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencurian mayat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sabuk Janur, Kelurahan Kebon Manis, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap.

Kasus pencurian mayat tersebut pertama kali diketahui Supriyanto (37) yang hendak membersihkan makam ayahnya pada Kamis pagi. "Ayah saya baru meninggal satu minggu lalu, jadi saya berniat bersihkan makam sambil tabur bunga," katanya.

Namun sesampainya di pemakaman, ia mengaku terkejut karena makam keponakannya, almarhumah Endah Setyowati (24), yang letaknya berdampingan dengan makam ayahnya, dalam kondisi berantakan dan terbongkar.

Ia segera memberitahukan kondisi tersebut kepada keluarga almarhumah Endah yang diteruskan ke Polsek Cilacap Utara.

Kabar mengenai makam yang terbongkar itupun menggegerkan warga sehingga mereka segera berbondong-bondong mendatangi pemakaman tersebut untuk melihat kejadian itu karena di sekitar lokasi juga terdapat potongan kerangka kepala dan kulit wajah dari mayat Endah yang berada dalam sebuah kurungan ayam, vas bunga dari tanah liat, sangkar burung, serta dua buah lilin berbentuk angka 2 dan 4.

Selain itu, di dalam makam Endah yang meninggal dunia pada tanggal 8 Agustus 2012 ditemukan sejumlah barang, antara lain potongan daun pisang di atas mayat Endah dan guci berukuran kecil.

Dari hasil autopsi diketahui bahwa pelaku mengambil bagian tubuh dari leher hingga kepala, sedangkan bagian tubuh lainnya masih utuh di dalam liang lahat.

"Dari autopsi dan identifikasi yang dilakukan, pelaku mengambil tengkorak Endah," kata Kapolsek Cilacap Utara AKP Gatot Sumbono.

Kendati belum diketahui pasti motifnya, dia menduga kasus pencurian mayat Endah ini dilakukan oleh pelaku yang sedang menganut ilmu hitam, sehingga nekat membongkar makam sebagai syarat atau ritual guna mencapai tujuan dari ilmu hitam yang dipelajarinya.

Berdasarkan catatan kepolisian, kasus pencurian mayat ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di Cilacap dalam satu pekan terakhir.

Kasus pencurian yang pertama kali terjadi diketahui pada 7 Desember 2013 di TPU Cikento Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah. Pelaku mencuri mayat bayi prematur atas nama Yuliana yang meninggal dunia pada 15 November 2013.

Pada malam sebelumnya, pelaku yang diduga sama telah membongkar makam saudara kembar Yuliana, yakni Yuliani yang meninggal dunia pada tanggal 16 November 2013. "Namun saat membongkar makam Yuliani, pelaku hanya mengambil tali pocong bayi itu.(Ant)

Pewarta: Sumarwoto
: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026